Ketua DPC Partai Demokrat (DPC) Bangli I Komang Carles. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemilihan Gubernur 2018 masih terbilang masih cukup lama, namun Dewa Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Bangli bakal mengusung Made Mudarta sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilgub Bali 2018 mendatang.

 

Ditunjuknya Mudarta maju sebagai cagub tersebut merupakan kesepakat bersama. Hal tersebut diungkapkan langsung Ketua DPC Partai Demokrat (DPC) Bangli I Komang Carles, Selasa (28/2).

 

Carles megatakan, DPC Demokrat Bangli sudah kompak dan sepakat jika mengusung Made Mudarta sebagai Cagub Bali pada 2018 mendatang. Sementara untuk wakil sampai saat ini masih belum dipastikan.

 

“Kami di DPC Bangli sudah bulat mendukung Made Mudarta maju sebagai calon gubernur ada Pilgub 2018 mendatang. Sementara untuk wakilnya masih belum tahu siapa,” ungkap Komang Carles didampgi Sekretaris DPC Made Sudiasa, Selasa (28/2).

 

Hanya saja kata Carles, masalah koalisi dengan partai apa masih belum bisa dipastikan. Karena saat ini dari Partai Demokrat hanya menyiapkan calon gubernur saja untuk bertarung saat pilgub 2018 mendatang. “Kalau untuk koalisi dengan siapa nantinya masih belum tahu. Masalah itu kami serahkan ke DPD,” katanya.

Baca juga:  Terjerat Narkoba, Andi Arief Digerebek Polisi

 

Tak hanya masalah koalisi dan wakil yang belum ditentukan, masalah deklarasi juga masih belum bisa dipastikan seperti apa.

 

Menurutnya, untuk melakukan deklarasi tersebut pihaknya juga bakal menunggu intruksi dari DPD. Nantinya memang akan ada delarasi serentak mengusung Mudarta sebagai cagub. Hanya saja untuk deklarasi nanti kami masih menungu intruksi dari DPD. Sehingga deklarasi yang dilakukan nantinya bisa seretak,” katanya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai persiapan awal menuju Pilgub 2018, Partai Demokrat menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) ke III untuk pemilihan Ketua Pimpinan Anak Cabang (DPAC) serentak di empat kecamatan. “Nantinya untuk pemilihan ketua DPAC kami mengedepanka musyawarah mufakat. Kalau nantinya dengan musyawarah mufakat tidak bisa baruah akan menggunakan  sistem voting. Sementara kalau hanya satu calon pasti langsung terpilih secara aklamasi,”pungkas Carles (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.