Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat meninjau percepat pengerjaan sodetan dan benahi drainase di Kota Singaraja. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mempercepat sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi banjir di musim hujan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengebut pengerjaan sodetan di sejumlah kawasan perkotaan Singaraja serta membenahi saluran drainase yang mengalami penyempitan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar saat hujan dengan intensitas tinggi. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bahkan telah meminta penyedia proyek mempercepat pengerjaan sodetan yang hingga kini belum rampung.

Menurutnya, sodetan yang belum selesai berpotensi menimbulkan persoalan apabila hujan deras turun. “Ini akan menimbulkan masalah kalau misalkan hujan turun yang lebat, kemudian sodetannya belum selesai. Jadi kita sudah panggil penyedia-penyedia untuk bisa mempercepat pengerjaan, khususnya sodetan-sodetan yang ada di kota,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (8/11).

Baca juga:  Perizinan Harus Jadi Instrumen Pengendalian Tata Ruang Bali, Pansus TRAP Ungkap Sejumlah Rekomendasi

Selain mempercepat pengerjaan sodetan, Pemkab Buleleng juga melakukan pembersihan aliran sungai. Kegiatan ini melibatkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai wilayah binaannya. Sutjidra juga menyoroti kondisi sejumlah saluran drainase yang mengalami penyempitan.

Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan saluran air yang menyempit, bahkan akibat keberadaan bangunan rumah warga. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah menginstruksikan agar bagian saluran yang menyempit dibongkar dan dikembalikan ke ukuran semula.

Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air hujan. “Ada beberapa yang memang di salurannya itu menyempit. Kita sudah instruksikan untuk dibongkar untuk dikembalikan lagi ke normalnya,” kata Sutjidra.

Baca juga:  Daftar 50 RUU Prolegnas Prioritas Disahkan, RUU Provinsi Bali Tak Masuk

Sementara itu, penanganan potensi banjir di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, juga masih berlanjut. Pengerjaan sodetan di kawasan tersebut telah dilakukan, tetapi belum sepenuhnya rampung. Masih terdapat sekitar 200 meter sodetan yang belum dikerjakan.

Sutjidra mengatakan, sisa pengerjaan tersebut direncanakan dilanjutkan melalui anggaran tahun 2027. Hal ini lantaran kebutuhan biaya untuk menuntaskan pembangunan sodetan di kawasan tersebut cukup besar. “Tinggal lagi sekitar 200-an meter itu belum selesai dan yang rencananya di anggaran tahun depan kita buat karena biayanya cukup besar,” ungkapnya.

Menurut Sutjidra, aliran air yang memicu banjir di Pancasari berasal dari kawasan atas, termasuk wilayah barat dan Kembang Merta, Kabupaten Tabanan. Kondisi ini turut berdampak pada kawasan Bali Handara yang berada di wilayah lebih rendah.

Baca juga:  Cuaca Buruk di Selat Bali, Penyeberangan Sempat Tutup Satu Jam

Ia menjelaskan, pihak Bali Handara telah membangun sejumlah saluran untuk mengarahkan aliran air menuju Danau Buyan. Namun, aliran air dari kawasan atas dan Kembang Merta masih menjadi persoalan yang perlu ditangani melalui pembangunan sodetan.

Pemkab Buleleng berharap percepatan pembangunan sodetan dan pembenahan drainase dapat mengurangi risiko banjir. Upaya ini terutama menyasar kawasan perkotaan Singaraja dan Desa Pancasari yang menjadi perhatian dalam penanganan aliran air menjelang musim hujan. (Yudha/balipost)

BAGIKAN