Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Supendi. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penyaluran kredit program di Provinsi Bali hingga 30 September 2026 mencapai Rp10,82 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 119.835 debitur. Nilai penyaluran tersebut tumbuh 34,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sedangkan jumlah debitur meningkat 5,46 persen.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali, Supendi di Denpasar, Kamis (5/11) mengungkapkan penyaluran kredit program tersebut tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali. Dari sisi jumlah penerima, Kabupaten Buleleng menjadi wilayah dengan debitur terbanyak, sedangkan Kota Denpasar mencatat nilai penyaluran tertinggi berdasarkan grafik sebaran wilayah.

Berdasarkan data perkembangan kredit program per 30 September 2026, Kota Denpasar mencatat penyaluran sekitar Rp1,849 triliun dengan 15.360 debitur. Kabupaten Tabanan mencapai Rp1,282 triliun dengan 14.023 debitur.

Baca juga:  Hindari "Free Rider," Perbankan Diminta Data Nasabah Terdampak Erupsi Gunung Agung

Selanjutnya, Kabupaten Klungkung mencatat penyaluran Rp653 miliar dengan 6.735 debitur. Kabupaten Karangasem sebesar Rp1,120 triliun dengan 14.133 debitur, sedangkan Kabupaten Jembrana mencapai Rp712 miliar dengan 10.083 debitur.

Kabupaten Gianyar mencatat penyaluran Rp1,548 triliun dengan 15.203 debitur. Sementara Kabupaten Buleleng mencapai sekitar Rp1,298 triliun dengan jumlah debitur terbanyak, yakni 21.713 orang.

Adapun Kabupaten Bangli mencatat penyaluran sekitar Rp720 miliar dengan 9.179 debitur. Kabupaten Badung mencapai sekitar Rp1,592 triliun dengan 13.406 debitur.

Baca juga:  Pelaku Illegal Logging Serahkan Diri ke Polsek Rendang

Selain kredit program, dijelaskan, pemerintah juga merealisasikan bantuan sosial sebesar Rp453,66 miliar hingga 30 September 2026. Penyaluran tersebut terdiri atas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Realisasi BPNT mencapai Rp234,22 miliar yang disalurkan dalam tiga tahap dengan rata-rata penerima 130.124 orang per tahap. Sementara PKH terealisasi Rp218,57 miliar melalui tiga tahap dengan rata-rata penerima 8.474 orang per tahap.

Adapun BST tercatat sebesar Rp867 juta dalam satu tahap dengan rata-rata penerima sebanyak 1.445 orang.

Di sisi lain, realisasi subsidi pemerintah di Bali mencapai Rp743,67 miliar. Penyaluran tersebut didominasi subsidi listrik sebesar Rp665,99 miliar yang telah direalisasikan selama tujuh bulan dengan rata-rata penerima 390.949 orang per bulan.

Baca juga:  Manfaat KUR, Pacu UMKM di Masa Pandemi

Sementara subsidi pupuk mencapai Rp77,69 miliar dengan periode penyaluran tujuh bulan dan rata-rata penerima 25.731 orang per bulan.

“Perkembangan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah melalui belanja negara di Bali tidak hanya dilakukan melalui program pembiayaan atau kredit, tetapi juga melalui bantuan sosial dan subsidi,” paparnya.

Berbagai instrumen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat serta mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah. (Suardika/balipost)

BAGIKAN