
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Berdasarkan data yang diperoleh, Rabu (4/11), sektor ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp33,86 miliar pada 2027.
Jumlah tersebut mencapai sekitar 30,2 persen dari total belanja Dinas Pariwisata (Dispar) Badung dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027.
Besarnya anggaran ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai memperkuat pengembangan pariwisata hingga wilayah Badung tengah dan utara. Program tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menyasar pembenahan tata kelola, pemanfaatan fasilitas, pemeliharaan aset, hingga peningkatan kualitas destinasi.
Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung mengatakan, program 2027 merupakan kelanjutan dari penataan sarana dan prasarana yang telah dilakukan sepanjang 2026. Penataan tersebut menyasar lima desa wisata, yakni Kapal, Petang, Munggu, Bongkasa Pertiwi, dan Pangsan. Pemerintah juga melakukan penataan DTW Air Terjun Goa Gong di Desa Sulangai, Kecamatan Petang.
“Pada 2027, perhatian diarahkan pada tindak lanjut hasil penataan tersebut, termasuk serah terima dan hibah aset kepada pengelola, pemanfaatan fasilitas, hingga pemeliharaan agar sarana yang telah dibangun tidak terbengkalai,” ungkapnya.
Selain fasilitas, Dispar Badung akan memperkuat tata kelola desa wisata secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting karena hasil monitoring dan evaluasi 2025 menunjukkan belum ada desa wisata yang masuk kategori mandiri. Dari total 18 desa wisata di Badung, hanya tiga desa berstatus maju, tujuh berkembang, dan delapan lainnya masih berada pada tahap rintisan.
Dispar juga menyiapkan kegiatan event dan familiarization trip (fam trip) untuk memperkenalkan potensi desa wisata kepada pasar pariwisata. Penguatan promosi, pendataan kepariwisataan, serta peningkatan kualitas pengelolaan destinasi turut masuk dalam agenda tahun depan.
“Penguatan promosi dan pendataan kepariwisataan juga menjadi bagian dari agenda pengembangan. Selain itu, penguatan pengelolaan dan kualitas destinasi menjadi penting agar pertumbuhan desa wisata tidak hanya bertumpu pada sejumlah destinasi yang selama ini sudah populer,” harapnya.
Di sisi perencanaan, Dispar Badung juga merancang penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten (ripparkab). Namun, proses penetapannya masih menunggu terbitnya rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional (ripparnas).
Saat ini, Badung memiliki 18 desa wisata yang tersebar di Kecamatan Petang sebanyak enam desa, Abiansemal empat desa, dan Mengwi delapan desa. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke desa wisata mencapai 959.772 orang. Sementara, Januari hingga Juli 2026 tercatat 568.582 kunjungan.
“Dengan alokasi anggaran tersebut, pengembangan desa wisata diharapkan mampu memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat, terutama di wilayah Badung tengah dan utara,” katanya. (Parwata/balipost)










