
MANGUPURA, BALIPOST.com – Prestasi gemilang kontingen Kabupaten Badung di Porjar Provinsi Bali 2026 belum sepenuhnya berbuah manis. Di tengah keberhasilan para atlet membawa pulang medali, bonus apresiasi yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Badung justru belum cair hingga November 2026.
Padahal, ajang yang berlangsung pada 5–10 Juni 2026 di Kota Denpasar itu menjadi momentum bagi atlet muda Badung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama daerah.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, tak menampik bonus bagi para peraih medali belum cair. Namun, ia menegaskan keterlambatan tersebut bukan karena pemerintah daerah kekurangan anggaran, melainkan adanya pergeseran alokasi dari APBD Induk ke APBD Perubahan.
“Saat ini sedang berproses pencairan, karena ada pergeseran yang awalnya di APBD Induk digeser ke APBD Perubahan,” ungkap Dwipayana dalam Rapat Kerja Komisi IV DPRD Badung pada Selasa (3/11).
Sebelumnya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa telah menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada atlet yang berhasil meraih prestasi. Pemerintah Kabupaten Badung menetapkan bonus sebesar Rp7 juta untuk peraih medali emas, Rp5,5 juta bagi peraih medali perak, dan Rp4,5 juta untuk peraih medali perunggu.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan motivasi atlet dalam menghadapi kompetisi. Apalagi, Badung mengirimkan kontingen dalam jumlah besar pada Porjar Bali 2026.
Namun kini, para atlet dan pelatih masih menunggu realisasi bonus tersebut. Mereka berharap proses administrasi segera rampung sehingga penghargaan atas perjuangan di arena Porjar Bali 2026 dapat diterima sesuai hak masing-masing.
“Ini karena kami tidak bisa memprediksi berapa perolehan pasti mendali, seperti halnya mendali emas yang diprediksi 2 mendali ternyata lebih, sehingga ada pergeseran, jadi anggarannya cukup,” jelas Dwipayana.
Tercatat sebanyak 1.707 orang memperkuat kontingen Badung. Jumlah itu terdiri atas 1.441 atlet serta 266 pelatih dan pembina yang berasal dari 39 cabang olahraga resmi dan tiga cabang olahraga eksebisi.
Perolehan medali yang melampaui perkiraan awal membuat pemerintah daerah perlu menyesuaikan alokasi anggaran. Meski demikian, Disdikpora memastikan anggaran bonus tetap tersedia dan proses pencairan sedang berjalan.(Parwata/balipost)










