Dua petani merontokkan gabah secara manual di kawasan pertanian Buduk, Badung, beberapa waktu lalu. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung berupaya mengambil peran sentral dalam mengawal instruksi kepala daerah terkait alokasi anggaran sektor agraris. Fokus utama instansi teknis ini adalah memastikan setiap rupiah dari alokasi khusus tersebut terserap secara tepat sasaran demi kemajuan petani lokal dari hulu sampai ke hilir.

Kepala Disperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menegaskan bahwa jajarannya telah merumuskan cetak biru operasional yang terstruktur. Langkah konkret ini dirancang agar pembangunan sektor pertanian memiliki arah yang jelas, terukur, serta terintegrasi langsung dengan denyut nadi pariwisata Bali.

Sebagai bentuk tindak lanjut nyata di tingkat dinas, Disperpa Badung telah memetakan empat pilar program kerja utama yang siap dieksekusi. Langkah pertama difokuskan pada penyusunan dokumen strategis guna memetakan potensi wilayah secara komprehensif.

Baca juga:  Pastikan Transparansi Pengelolaan Keuangan, Pemkab Badung Audit 21 LPD

“Segera akan disusun rencana induk pertanian di Kabupaten Badung untuk merencanakan pengembangan pertanian berdasarkan potensi yang dimiliki dengan mensinergikan dengan kegiatan pariwisata pada anggaran induk 2027,” ungkap Raka Sukadana saat dikonfirmasi, Senin (2/11).

Tidak berhenti pada tataran konseptual, Raka Sukadana gerak cepat menyasar pengadaan fasilitas fisik begitu struktur anggaran perubahan disahkan. Peningkatan mutu sarana dan prasarana produksi menjadi prioritas guna memangkas hambatan distribusi hasil bumi. “Pada anggaran perubahan 2027 memaksimalkan menggarap infrastruktur pendukung pertanian,” katanya.

Selain aspek fisik, intervensi kebijakan juga menyentuh aspek pemberdayaan sumber daya manusia serta pengorganisasian kelompok tani. Disperpa memandang bahwa ketangguhan sektor agraris wajib ditopang oleh kelembagaan yang solid dari hulu hingga hilir agar para petani memiliki daya saing yang tinggi. “Penguatan kelembagaan petani berbasis hulu sampai hilir juga akan kami lakukan,” ucapnya.

Baca juga:  Badung Mulai Sosialisasikan Pengununaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah

Seluruh rangkaian tahapan tersebut nantinya akan bermuara pada eksekusi program berkelanjutan. Disperpa memastikan bahwa hasil rumusan induk tidak sekadar menjadi dokumen arsip, melainkan langsung diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat tani. “Kami akan merealisasikan beberapa rencana aksi hasil penyusunan rencana induk pembangunan pertanian secara bertahap,” ujarnya.

Melalui eksekusi empat langkah strategis dari Disperpa Badung ini, kata Raka Sukadana, optimalisasi kawasan Badung Utara sebagai pusat pangan utama diharapkan dapat berjalan mulus. “Sinergi antara tata kelola dinas, dukungan anggaran daerah, serta kebutuhan pasokan industri pariwisata diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan petani secara menyeluruh,” pungkasnya.

Baca juga:  Medsos Dijadikan Alat Pemecah Belah Rakyat

Sebelumnya, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan, pihaknya bersama DPRD Badung berkomitmen mengalokasikan 5 persen dari belanja mandatory pada APBD untuk pembangunan sektor pertanian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir pada anggaran perubahan tahun 2027.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, sekaligus menjadikan kawasan Badung Utara sebagai pusat pangan utama yang menopang kebutuhan masyarakat lokal serta menyuplai industri pariwisata. (Parwata/balipost)

BAGIKAN