Sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah yang dirangkaikan dengan Pendidikan Karakter bagi Orang Tua Peserta Didik di TK Negeri Hindu Widya Craya Ubud, Kecamatan Ubud, Kamis (29/10).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menegaskan pentingnya masa pendidikan prasekolah untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Wajib Belajar (Wajar) 1 Tahun Pendidikan Prasekolah yang dirangkaikan dengan Pendidikan Karakter bagi Orang Tua Peserta Didik di TK Negeri Hindu Widya Craya Ubud, Kecamatan Ubud, Kamis (29/10).

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow maraton yang dilaksanakan di tujuh kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Program Wajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah sendiri merupakan kebijakan strategis nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Acara yang dihelat di Ubud ini diawali dengan penampilan kreatif anak-anak TK Negeri Hindu Widya Craya yang membawakan gerak dan lagu bertema “Bunda PAUD Gianyar Mendukung Wajar 1 Tahun Prasekolah”. Rangkaian acara juga diisi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta pembagian komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Menariknya, lagu gerak dan komik tersebut merupakan karya cipta asli Dr. Surya Adnyani Mahayastra yang telah mengantongi Surat Pencatatan Ciptaan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Baca juga:  Puluhan Guru Ikuti Diklat Cakep

Dalam pemaparannya, Dr. Surya Adnyani menjelaskan bahwa masa prasekolah memegang peran krusial dalam mengembangkan bahasa, kemampuan berpikir, kemandirian, keterampilan sosial, karakter, serta kesiapan belajar anak melalui pengalaman yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.

Menurutnya, keberhasilan program ini menuntut komitmen dan dukungan bersama dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Gianyar sendiri telah mewujudkan dukungan tersebut melalui pembangunan dan peningkatan sarana prasarana PAUD, mulai dari ruang kelas, taman, pagar, area bermain, hingga fasilitas pendukung lainnya guna menjamin lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Selain infrastruktur, Pemkab Gianyar juga menggulirkan program Seragam Gratis (SERGAP) bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di PAUD negeri. “Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dan mendorong partisipasi anak dalam layanan PAUD,” ujar Dr. Surya Adnyani.

Baca juga:  Tabanan Rancang Simulasi PTM di Dua Sekolah Ini

Ia juga menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan anak harus dilakukan secara holistik, di mana pendidikan harus berjalan seiring dengan aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Oleh karena itu, satuan PAUD memerlukan koordinasi lintas sektor yang kuat agar layanan pendidikan dapat diakses secara inklusif dan berkualitas.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Gianyar tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk bersekolah, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas, tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman, serta mendapatkan kasih sayang dan pendampingan yang cukup dari keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara pendidik dan orang tua. Sinergi ini difokuskan untuk menanamkan lima nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yakni religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

Baca juga:  Ratusan Siswa Pengungsi Gunung Agung Sekolah di Badung

“Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Sinergi yang baik antara guru dan orang tua sangat penting agar nilai-nilai karakter dapat tertanam secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari anak,” jelas Wayan Mawa.

Ia menambahkan, kegiatan ini turut mendukung implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah serta 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah. Perhatian khusus pada masa keemasan (golden age) anak perlu diperkuat melalui stimulasi optimal pada aspek fisik, mental, emosional, sosial, kognitif, dan bahasa, agar anak memiliki fondasi yang kokoh saat memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).

Acara sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yakni Ni Made Budi Marettini, S.Pd., M.Pd. dari BPMP Provinsi Bali serta Ni Putu Arika Mulyasanti Pande, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Yayasan Pendidikan Putra Ika Santhi. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN