
JAKARTA, BALIPOST.com – Atlet panjat tebing asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali menegaskan kelasnya di panggung internasional. Desak menempati peringkat kedua dunia nomor speed putri berdasarkan akumulasi poin kejuaraan internasional sepanjang 2026 yang dirilis World Climbing.
Prestasi ini menjadi modal penting bagi Desak untuk mengejar target lebih besar, yakni lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan merebut medali emas.
Desak mengoleksi 3.370 poin, hanya terpaut 286 poin dari Emma Hunt asal Amerika Serikat yang memimpin peringkat dunia dengan 3.656 poin. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin, dilansir dari Kantor Berita Antara.
Pencapaian tersebut menempatkan Desak sebagai salah satu atlet andalan Indonesia di nomor speed putri. Hasil ini juga menjadi bukti konsistensinya menghadapi persaingan ketat di berbagai kejuaraan internasional sepanjang tahun ini.
Desak mengaku senang dapat menuntaskan rangkaian kompetisi 2026 dengan hasil membanggakan. Ia menyebut pengalaman bertanding sepanjang musim menjadi bagian penting dalam proses meningkatkan kemampuan dan menjaga performa.
Meski demikian, atlet asal Bali itu tidak ingin cepat berpuas diri. Desak menyadari persaingan pada musim berikutnya akan semakin berat sehingga persiapan dan peningkatan kemampuan harus terus dilakukan.
“Saya berharap bisa terus membela Indonesia di kompetisi internasional dan tujuan utamanya adalah bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan meraih emas di sana,” tutur Desak.
Target Olimpiade tersebut menjadi tantangan besar yang membutuhkan persiapan matang. Desak harus menjaga konsistensi performa sekaligus terus mengasah kecepatan dan teknik agar mampu bersaing dengan para pemanjat terbaik dunia.
Pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengapresiasi pencapaian atlet-atlet Indonesia dalam pemeringkatan dunia. Selain Desak yang berada di posisi kedua speed putri, Putra Tri Ramadani alias Srondeng menempati peringkat kedua lead putra dengan 3.370 poin. Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi berada di peringkat ketiga speed putra dengan 3.426 poin.
Galar menegaskan prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pengurus, pelatih, manajemen, atlet, dan para pemangku kepentingan. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya sudah menanti.
“Tahun 2027 kami punya pekerjaan rumah yang besar yaitu harus meloloskan atlet-atlet Indonesia untuk merebut kuota ke Olimpiade LA 2028,” ujar Galar.
Bagi Desak, peringkat kedua dunia bukanlah garis akhir. Capaian tersebut justru menjadi pijakan untuk mengejar target tertinggi dalam kariernya: tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 dan memperjuangkan medali emas bagi Indonesia. (Suka Adnyana/balipost)









