Atlet panjat tebing nomor speed putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Usai merebut medali emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Desak kini resmi menyandang status sebagai pemanjat tebing speed putri nomor satu dunia berdasarkan peringkat terbaru Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Desak sekaligus mempertegas dominasi Indonesia di nomor speed pada level internasional. Tambahan poin dari gelar juara di Krakow, ditambah raihan medali perunggu pada nomor women relay, mengantarkan atlet kebanggaan Pulau Dewata itu mengoleksi 3.670 poin dan bertengger di posisi teratas dunia.

Baca juga:  Presiden Joko Widodo Kunjungi Mahatma Gandhi Samadhi

Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia nomor speed, Galar Pandu Asmoro, menilai pencapaian tersebut bukan sekadar soal peringkat, tetapi juga menjadi suntikan motivasi besar menjelang Asian Games 2026.

“Peringkat ini penting bagi atlet agar semakin percaya diri menghadapi Asian Games 2026,” ujar Galar di Jakarta, Selasa (7/7), dilansir dari Kantor Berita Antara.

Menurutnya, posisi puncak dunia menjadi bukti konsistensi Desak dalam mengumpulkan poin di berbagai seri World Climbing sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama dunia di disiplin speed.

Di bawah Desak, posisi kedua ditempati atlet tuan rumah Polandia, Aleksandra Miroslaw, yang mengoleksi 3.610 poin, disusul kompatriotnya Natalia Kalucka di peringkat ketiga dengan 3.495 poin. Sementara atlet China Yafei Zhou berada di posisi keempat dengan 3.422 poin, diikuti Jimin Jeong (Korea Selatan) dan Emma Hunt (Amerika Serikat) yang melengkapi enam besar dunia.

Baca juga:  Bantai Angers di Pekan ke-31, PSG Makin Kokoh di Puncak Klasemen Liga Prancis

Dominasi Indonesia juga terlihat dari keberadaan atlet-atlet lain di jajaran elite dunia. Pada sektor putri, Rajiah Salsabillah menempati peringkat ke-15 dunia dengan 1.903 poin, sedangkan Kadek Adi Asih berada di posisi ke-23 dengan 982 poin.

Di kategori speed putra, Indonesia juga tetap disegani. Raharjati Nursamsa menjadi wakil terbaik Merah Putih di posisi ketujuh dunia dengan 2.750 poin. Sementara Anstasyafi Robby Al Hilmi berada di urutan ke-16, diikuti Veddriq Leonardo (22), Kiromal Katibin (24), Aditya Tri Syahria (26), dan Alfian Muhammad Fajri (53).

Baca juga:  Dugaan Pemerasan Pengurusan Sertifikat K3, Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun

Menurut regulasi IFSC, peringkat dunia akan terus berubah mengikuti akumulasi poin dari setiap seri World Climbing yang diikuti atlet. Karena itu, menjaga konsistensi menjadi kunci bagi para pemanjat untuk mempertahankan atau meningkatkan posisi mereka.

Bagi Desak Made, status sebagai ratu speed dunia bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa harapan besar bagi Indonesia untuk kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Dengan Asian Games 2026 yang semakin dekat, pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Merah Putih masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam cabang olahraga panjat tebing dunia. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN