
DENPASAR, BALIPOST.com – Tim penyidik Pidsus Kejari Denpasar, terus memanggil saksi-saksi guna memperdalam serta membuat terang indikasi dugaan korupsi BPJS Kesehatan dengan modus klaim fiktif.
“Pemeriksaan saksi-saksi terus berlangsung. Sudah puluhan orang dimintai keterangan. Eks kepala cabang BPJS dan juga pihak rumah sakit sudah dimintai keterangan,” ucap Kasintel Kejari Denpasar, Achmad Wahyudi, dikonfirmasi, Senin (26/10).
Hanya saja secara detail, pihaknya belum bisa membuka ke publik karena kasus ini sedang dikerjakan penyidik Pidsus Kejari Denpasar. Pun saat disinggung soal siapa yang paling bertanggungjawab atau akan dijadikan tersangka dalam kasus ini, Achmad Wahyudi belum bisa memberikan keterangan karena sedang diperdalam pihak penyidikan. “Nanti kalau sudah ada tersangka, kita sampaikan,” jelasnya.
Informasi lain yang didapat, bahwa penyidik Pidsus Kejari Denpasar secara maraton memeriksa saksi-saksi terkait BPJS Kesehatan ini. Tidak hanya pihak pimpinan BPJS, namun pihak rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta telah diminta keterangan.
“Hari ini, besok ada jadwal panggilan saksi. Kita bakalan periksa secara maraton,” ucap sumber kejaksaan beralamat di Jalan PB Sudirman, Denpasar itu.
Sebelumnya, Kasiintel Achmad Wahyudi membenarkan pihaknya sedang membidik dugaan korupsi BPJS Kesehatan dengan modus klaim fiktif. “Betul, kami sedang melakukan penyidikan atas dugaan indikasi penyimpangan BPJS Kesehatan Kota Denpasar,” ucap Kasiintel Kejari Denpasar, Achmad Wahyudi.
Informasi lain yang didapat, bahwa selain memeriksa saksi, pihak Kejari Denpasar juga mengumpulkan data terkait, terutama klaim di rumah sakit.
Dengan adanya bukti permulaan, yang diduga ditemukan adanya penyimpangan, maka dalam waktu dekat penetapan tersangka dinilai bakalan mengerucut, seiring dengan adanya permohonan auditor terkait BPJS Kesehatan di Kota Denpasar.
Namun saat disinggung pihak-pihak yang mengerucut tadi untuk dijadikan tersangka, pihak kejaksaan masih merahasiakan. “Nanti setelah pemeriksaan saksi selesai, baru kita sampaikan siapa tersangkanya,” bisik salah seorang jaksa di Kejari Denpasar. (Miasa/balipost)










