
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. mengawali tugasnya dengan terus melakukan kegiatan bersama masyarakat. Pada Jumat (23/10), Irjen Pasma mengajak masyarakat menjaga Bali bukan hanya tentang merawat keindahan alamnya, tetapi juga memastikan setiap ruang kehidupan tetap bersih, nyaman, dan aman bagi masyarakat.
Semangat inilah yang diwujudkan Polda Bali melalui kegiatan Green Policing dengan penanaman pohon dan kerja bakti bersama masyarakat di Shelter Kebencanaan Baruna, Jalan Kuta Art Market, Kuta, Badung. Kapolda bersama Wakapolda Brigjen Pol. I Made Astawa melaksanakan kegiatan tersebut dimulai pukul 07.00 WITA.
Ini menjadi momentum memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata. Kegiatan tersebut diikuti para penggiat lingkungan dan relawan, camat, lurah, kepala lingkungan di wilayah Kuta, Satgas Kebersihan Pantai Kuta, serta personel Polda Bali dari berbagai satuan kerja. Bagi Polda Bali, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bentuk pengabdian yang menempatkan kepedulian terhadap manusia dan alam sebagai bagian penting dari pelayanan kepolisian.
Irjen Pasma menyampaikan apresiasi kepada komunitas pegiat lingkungan serta seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dan mendukung kegiatan Green Policing. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Upaya menjaga alam tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak, tetapi membutuhkan kesadaran dan komitmen bersama.
Kapolda menjelaskan, kegiatan Green Policing merupakan bagian dari program pertama dalam delapan poin Quick Wins Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yaitu mewujudkan ruang publik yang aman melalui kehadiran polisi pada seluruh lini kehidupan masyarakat setiap hari. Sejalan dengan semangat pengabdian Polri saat ini yakni polisi bersama masyarakat, Polda Bali berkomitmen untuk terus menghadirkan personel di tengah berbagai aktivitas masyarakat.
Kehadiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan sosial, pelestarian alam, dan kebersihan lingkungan. “Personel Polda Bali harus hadir di tengah masyarakat secara humanis, responsif, dan solutif. Kehadiran Polri harus mampu membangun rasa aman sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kedekatan antara polisi dan masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan yang dirasakan manfaatnya secara langsung. Dengan demikian, kehadiran Polri tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan tugas keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Bagi Bali, menjaga lingkungan memiliki makna yang lebih dalam daripada sekedar menjaga kebersihan. Alam merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dirawat demi mempertahankan keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dengan lingkungannya.
Kapolda menyampaikan, pelaksanaan Green Policing setiap Jumat pagi juga selaras dengan nilai kearifan lokal Bali yakni Tri Hita Karana yang mengajarkan tiga penyebab terciptanya kebahagiaan dan keharmonisan hidup. Secara khusus, kegiatan ini mencerminkan nilai palemahan, yaitu hubungan harmonis antara manusia dan alam yang diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, merawat tumbuhan, serta melestarikan lingkungan. (Kerta Negara/balipost)










