Jalan Diponegoro, Singaraja, Buleleng yang akan dijadikan sentra kuliner malam dengan food truck. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, Kabupaten Buleleng, disiapkan menjadi sentra kuliner malam dengan konsep food truck. Penataan kawasan yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 ini diharapkan membuka ruang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menambah daya tarik pusat kota pada malam hari.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dikonfirmasi Kamis (22/10), mengatakan pemerintah daerah menyiapkan lokasi bagi pedagang bermobil tersebut. Sementara itu, sarana dan prasarana pendukung di masing-masing kendaraan diserahkan kepada kreativitas pedagang, dengan tetap memperhatikan standar ukuran food truck agar sesuai dengan kondisi kawasan.

Meski diberikan keleluasaan, Sutjidra menegaskan kendaraan yang digunakan tidak boleh berukuran terlalu besar. Konsep yang diinginkan mengacu pada model food truck yang sudah berkembang saat ini, yakni kendaraan yang praktis dan efisien dalam memanfaatkan ruang.

Baca juga:  Jalan Diponegoro Ditata Jadi Sentra Kuliner dan Food Truck

“Yang penting pedagang bermobil atau food truck itu kita alokasikan tempatnya. Untuk penyiapan sarana dan prasarananya, terserah kreasi mereka,” ujarnya.

Pemkab Buleleng masih memetakan kapasitas kawasan untuk menentukan jumlah pedagang yang dapat ditampung. Sebagai gambaran, pada salah satu sisi kawasan sepanjang sekitar 100 meter, diperkirakan dapat menampung hingga 20–25 unit food truck, dengan kebutuhan ruang sekitar empat hingga lima meter untuk setiap pedagang. Jumlah keseluruhan pedagang yang akan menempati kawasan tersebut masih menunggu perhitungan lebih lanjut.

Baca juga:  Enam Warga Binaan Lapas Kelas IIB Singaraja Peroleh Remisi Khusus Natal

Dari sisi jenis dagangan, pemerintah daerah tidak membatasi menu yang dijual. Namun, konsep food truck dinilai lebih cocok untuk makanan siap saji yang praktis dan tidak membutuhkan banyak ruang dalam proses pengolahan maupun penyajiannya.

Sementara itu, pedagang yang menawarkan kuliner tradisional tetap memiliki ruang di kawasan Pasar Senggol yang berada di bagian utara. Dengan pembagian tersebut, penataan kawasan diharapkan dapat mengakomodasi beragam pilihan kuliner tanpa mengabaikan karakter dan kebutuhan masing-masing pedagang.

Terkait jam operasional, Sutjidra menyebut aktivitas food truck direncanakan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 24.00 WITA. Pengaturan waktu operasional akan disiapkan lebih lanjut oleh pemerintah daerah untuk memastikan kegiatan perdagangan malam berjalan tertib.

Baca juga:  HUT RI Ke-81, Ratusan UMKM-Kuliner Ikuti Pameran

Minat pelaku UMKM untuk bergabung, menurut Sutjidra, sudah mulai terlihat. Sejumlah pedagang bahkan telah menyampaikan ketertarikan dengan mengirimkan foto kendaraan dan konsep usaha yang akan digunakan. Ketertarikan tersebut salah satunya terlihat dari keberadaan food truck saat kegiatan car free day (CFD).

“Saya tertarik dengan modelnya karena bagus, simpel, dan efisien dalam pemakaian ruang. Ini juga sudah saya sampaikan kepada beberapa UMKM yang ingin berpartisipasi,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN