
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Senderan dasar dua rumah di Jalan Srikandi V, Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, jebol, Senin (19/10) siang. Akibatnya, satu garasi roboh, tembok dan lantai rumah retak, serta pelinggih dan kandang ayam berbahan beton terjatuh ke alur sungai. Total kerugian ditaksir mencapai Rp95 juta.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Selasa (20/10), mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Saat senderan jebol, kedua rumah dalam keadaan kosong.
Pemilik rumah baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 16.00 Wita setelah mendapat informasi dari pihak lain.
“Pemilik rumah kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WITA,” ujar Iptu Dewa Nyoman Alit.
Menurut Iptu Dewa Alit, rumah milik Ni Wayan Muliani mengalami kerusakan pada senderan sisi selatan sepanjang sekitar 5 meter. Senderan yang jebol mengakibatkan garasi roboh, sedangkan tembok dan lantai rumah mengalami retak. Kerugian ditaksir mencapai Rp75 juta.
Sementara, rumah milik Ni Kadek Astini mengalami kerusakan senderan sisi selatan beserta tembok penyengker sepanjang sekitar 7 meter. Satu pelinggih dan kandang ayam berbahan beton turut terjatuh ke alur sungai. Kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta.
“Kedua rumah tersebut berada di atas senderan alur Tukad Subak Toye Hee, kawasan perumahan Koperasi Srinadi Klungkung. Di alur sungai yang sama, saat ini juga sedang berlangsung pekerjaan pembangunan senderan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida,” katanya.
Pasca kejadian, pemilik rumah telah meminta penjelasan dan pertanggungjawaban kepada Koperasi Srinadi Klungkung selaku pengembang perumahan serta BWS Bali-Penida. Dalam koordinasi awal, pemilik rumah disebut belum dapat menunjukkan izin bangunan.
PPK Irigasi dan Rawa BWS Bali-Penida, I Wayan Juliarta, menyampaikan kesediaan membantu pembangunan kembali senderan sungai. Namun, pemilik rumah harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga jarak bangunan sejauh satu meter dari alur sungai.
Berdasarkan informasi awal, senderan jebol diduga berkaitan dengan posisi bangunan di atas senderan sungai, kondisi tanah urug, serta adanya pekerjaan pembangunan senderan di alur Tukad Subak Toye Hee. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut.
“Selanjutnya, diperlukan koordinasi antara pemilik rumah, pihak pengembang, dan BWS Bali-Penida untuk membahas penyebab kejadian, tanggung jawab masing-masing pihak, serta langkah perbaikan,” tandasnya. (Sri Wiadnyana/denpost)










