Antrean warga hendak membeli BBM di SPBU Banyuasri, Buleleng, membludak. (BP/Yud)

Sk6INGARAJA, BALIPOST.com – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng semakin panjang. Antrean mulai terjadi sejak Selasa (13/10) dan masih berlangsung hingga Jumat (16/10). Kondisi ini dipicu terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM), terutama Pertamax yang jumlahnya jauh di bawah pasokan normal.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisdagperinkopUKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, dikonfirmasi Jumat (16/10), mengungkapkan pasokan Pertamax ke Buleleng saat ini hanya sekitar 5 persen dari kondisi normal. Dari pasokan normal sebanyak 132.000 liter, jumlah yang diterima hanya sekitar 7.000 liter.

Baca juga:  Pangerupukan di Buleleng Dimeriahkan Seribuan Ogoh-ogoh

Sementara itu, pasokan Pertalite baru mencapai 63 persen dari kondisi normal sebanyak 349.000 liter. Penurunan pasokan tersebut membuat ketersediaan BBM di sejumlah SPBU belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, antrean kendaraan terus terjadi, bahkan semakin panjang dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Sudiarta, pada awal terjadinya kekurangan pasokan, sempat dilakukan percepatan distribusi dengan perkiraan kondisi kembali normal dalam dua hingga tiga hari. Namun, dalam perkembangannya, pasokan yang diterima Buleleng masih terbatas dan belum sesuai dengan kebutuhan normal.

“Kami tetap meminta penambahan pasokan. Informasi dari Pertamina, mereka sedang berupaya memaksimalkan pasokan ke daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Berbagai Event Digelar, Pariwisata Bali Ikut Terdongkrak

Pemkab Buleleng terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU untuk memantau perkembangan distribusi. Pengawasan juga dilakukan langsung di lapangan. Tim DisdagperinkopUKM telah dua kali turun melakukan pemantauan terhadap 21 SPBU di Buleleng, termasuk mengecek ketersediaan BBM dan pola pembelian masyarakat.

Di tengah keterbatasan stok, pemerintah daerah meminta pelayanan untuk kebutuhan kedaruratan tetap menjadi perhatian. Koordinasi dengan aparat di lapangan juga diperlukan untuk mengantisipasi antrean panjang yang berpotensi memicu kericuhan.

“Hal ini ini sudah kita komunikasikan. Mana kendaraan operasional kedaruratan harus diutamakan selama stok BBM masih ada,” jelasnya.

Baca juga:  Nataru, Konsumsi Avtur di Bali Diprediksi Naik 21 Persen

Sudiarta mengimbau masyarakat memastikan ketersediaan BBM di SPBU tujuan sebelum mengantre. Informasi mengenai stok dinilai penting agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama di SPBU yang ternyata kehabisan BBM.

Pemkab Buleleng berharap Pertamina segera menambah pasokan, khususnya Pertamax dan Pertalite, agar distribusi kembali mendekati kondisi normal.

Penambahan pasokan diharapkan dapat mengurangi antrean di SPBU dan memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan BBM. “Kita sudah berkomunikasi langsung dengan Pertamina, agar pasukan ditambah,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN