Pekerja sedang mengerjakan penataan kawasan pusat Kota Denpasar. Penataan pusat Kota Denpasar dengan konsep plaza heritage ini ditargetkan rampung pada Desember 2026. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas PUPR saat ini sedang melakukan penataan wajah kota dengan melakukan perbaikan trotoar dan jalan di sejumlah titik. Salah satunya berada di kawasan titik nol kilometer dan sekitarnya yang menjadi kawasan heritage. Namun, langkah perbaikan yang kini sedang berjalan tersebut menuai banyak keluhan dari masyarakat. Terutama pola perbaikan yang dilakukan dinilai tidak optimal. Seperti penataan tortoar yang tidak diikuti dengan pengerukan saluaran air di bawahnya.

Kondisi ini menjadi perhatian mantan anggota DPRD Denpasar, A.A.Susruta Ngurah Putra, Jumat (9/10). Warga asal Banjar Gerenceng ini menyoroti proyek penataan trotoar di Jalan Thamrin. Pihaknya melihat banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah dalam menggarap proyek tersebut. Di antaranya kondisi trotoar yang tidak rata, serta tidak dilakukan pengerukan saluaran air di bawahnya terlebih dahulu.

Baca juga:  Penilaian Ogoh-ogoh di Sesetan di Lokasi Tanpa Fragmentari

“Saya melihat banyak yang kurang dalam menggarap proyek penataan wajah kota yang dilakukan saat ini,” ujar Susruta.

Ia membandingkan pengerjaan proyek di Jalan Danau Tamblingan, Sanur. Proyek di kawasan wisata itu pengerjaannya cukup baik. Dikatakan, sebelum trotoarnya ditutup, terlebih dahulu dilakukan pengerukan, sehingga sedimentasi yang terjadi bisa ditanggulangi. Hal ini akan menjadi optimal ketika hujan turun, air akan terserap dengan baik ke drainase.

Baca juga:  Di Denbar, PKL dan Parkir Motor di Trotoar Ditertibkan

Demikian pula kondisi trotoar yang rata, sehingga ramah bagi pejalan kaki, terutama kaum disabilitas. “Ini contoh yang baik, kenapa tidak dilakukan pihak pelaksana di proyek Jalan Thamrin. Saya sempat jalan di jalur itu, trotoarnya bergelombang, sehingga tidak ramah bagi pejalan kaki, terutama kaum disabilitas,” kritiknya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Denpasar, Gede Cipta Sudewa mengatakan, pengerukan saat ini memang belum dilakukan. Pengerukan akan dilakukan saat pemasangan mainhole. “Saat ini masih menunggu pabrikasi plat ironcasr mainholenya. Saat pemasangan mainhole nanti kita akan lakukan pengerukan,” katanya.

Baca juga:  Debat Kedua Pilgub Bali Bahas Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu, terkait trotoar yang tidak rata, kata Cipta, hal tersebut dikarenakan mengikuti excisting saluran precast yang dibuat oleh Provinsi Bali. Dikatakannya Jalan Thamrin merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Bali. Demikian pembersihan drainase dikatakannya saat ini sedang berjalan. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN