Somvir melaksanakan kegiatan reses di Desa Lemukih, Sawan-Buleleng, Senin (5/10). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Perbaikan sejumlah bangunan meru di Pura Puseh Desa Adat Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng, mulai dikerjakan setelah mendapat dukungan dana hibah sebesar Rp430 juta. Bantuan tersebut disalurkan melalui Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr. Somvir.

Somvir meninjau langsung proses perbaikan tersebut saat melaksanakan kegiatan reses di Desa Lemukih, Senin (5/10). Dalam peninjauan itu, ia melihat kondisi sejumlah meru yang tengah diperbaiki sekaligus berdialog dengan prajuru adat dan masyarakat setempat mengenai kebutuhan pembangunan di kawasan pura.

“Dana hibah yang kita janjikan sebesar Rp430 juta sudah cair dan sekarang perbaikan meru sedang diproses,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberadaan tempat suci yang menjadi bagian penting dari kehidupan adat dan keagamaan masyarakat Bali. Pemeliharaan bangunan pura dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keberadaan tempat suci tetap terjaga dan dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat.

Baca juga:  Bangunan SDN 4 Tianyar Barat Terbakar, 4 Damkar Dikerahkan

Ia mengatakan kondisi sejumlah meru di Pura Puseh Lemukih memang membutuhkan perhatian. Perbaikan selama ini dilakukan secara bertahap karena membutuhkan biaya cukup besar sehingga tidak seluruh bangunan dapat ditangani dalam waktu bersamaan.

Dalam kegiatan reses tersebut, Somvir didampingi tokoh masyarakat, perangkat desa, prajuru adat serta anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari Partai NasDem, I Nyoman Meliun, anggota DPRD Kabupaten Buleleng periode 2024–2029.

Sekretaris Desa Adat Lemukih, Ketut Arsana, menyampaikan apresiasi masyarakat atas bantuan tersebut. Menurutnya, hibah Rp430 juta sangat membantu karena biaya pemeliharaan dan perbaikan meru cukup besar, sementara kemampuan pembiayaan dari desa adat maupun masyarakat terbatas.

“Kalau masyarakat sangat-sangat bersyukur karena sudah dibantu oleh anggota DPRD Provinsi, Pak Dr Somvir. Bantuan itu juga sudah mulai dikerjakan dan kemarin beliau langsung meninjau lokasi,” kata Ketut Arsana.

Baca juga:  Karena Ini, Pembangunan Taman Rekreasi di Lahan Eks RSU Bangli Batal

Ia menjelaskan, Pura Puseh Desa Adat Lemukih memiliki sejumlah meru dengan tingkatan berbeda. Di antaranya meru tumpang 1, tumpang 3, tumpang 5, tumpang 7, tumpang 9 hingga tumpang 11.

Perbaikan terhadap bangunan-bangunan tersebut selama ini dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran. Salah satu perbaikan pernah dilakukan pada 2019 terhadap meru tumpang sembilan.

“Karena di Pura Puseh itu banyak meru. Ada tumpang 11, tumpang 9, tumpang 7, tumpang 5, tumpang 3 dan tumpang 1. Selama ini perbaikannya bertahap karena membutuhkan biaya yang cukup besar,” jelasnya.

Dengan cairnya hibah Rp430 juta, Desa Adat Lemukih kini memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah meru secara lebih terencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemeliharaan bangunan suci yang sebelumnya harus dikerjakan secara bertahap.

Baca juga:  Gerak Jalan 45 Kilometer di Buleleng, Empat Tim Gagal Capai Finish

“Kalau sebelumnya perbaikan dilakukan bertahap sesuai anggaran, sekarang bisa dilakukan lebih menyeluruh karena sudah mendapat bantuan. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pak Dr Somvir,” ujarnya.

Selain dukungan hibah tersebut, masyarakat juga mendapat bantuan dari sumber lain untuk pembangunan dan perbaikan kawasan pura. Salah satunya berupa dukungan CSR sebesar Rp100 juta dari pihak lain.

Bagi masyarakat Desa Adat Lemukih, dukungan dari berbagai pihak tersebut tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap keberadaan tempat suci dan warisan adat yang telah dijaga secara turun-temurun. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN