beras
Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Fasilitasi dana hibah dua tahap diusulkan oleh Fraksi Gerindra kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Permintaan tersebut diajukan mengingat adanya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Denpasar setiap tahunnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Fraksi Gerindra, I Kompyang Gede pada rapat paripurna ke-10 masa persidangan II DPRD Kota Denpasar, Selasa (28/7) lalu. “Kami Fraksi Gerindra mohon kebijakan Bapak Wali Kota Denpasar untuk memberikan dana hibah dua tahap yakni pada APBD induk dan perubahan yang difasilitasi oleh anggota dewan seperti tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga:  Mahasiswa Terlibat Jambret di 4 TKP

Permintaan tersebut diusulkan dengan melihat PAD Kota Denpasar yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan telah melampaui dari target yang ditetapkan. Dengan fasilitas hibah melalui aspirasi dewan tersebut, menurutnya, akan menjaga harmonisasi dan sinergitas antara dewan dan eksekutif dapat berjalan dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat dikonfirmasi, Rabu (29/7), mengaku menyambut baik dan memberikan sinyal positif. Dikatakannya, pada dasarnya hibah memang ada. Namun saat ini postur anggaran daerah masih terfokus pada program prioritas, khususnya penanganan masalah sampah.

Baca juga:  Suwirta Nyalon DPRD Bali lewat PDIP, Gerindra Klungkung Sebut Pengunduran Dirinya Belum Tuntas

Jaya Negara memastikan, ketika beban anggaran untuk sektor kebersihan dan pengelolaan sampah mulai mereda, pemerintah daerah siap mendukung penuh pengembalian skema alokasi hibah tersebut. Apalagi menurutnya tujuan hibah tersebut untuk membangun masyarakat.

“Nanti kalau itu berkurang, otomatis kan sama aja. Kami pasti akan dukung karena tujuan beliau kan juga membangun masyarakat. Sama-sama membangun masyarakat, makanya kita akan dukung itu,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Dua Ibu Rumah Tangga Berkomplot Bobol Rumah
BAGIKAN