Suasana penguburan IGS di Desa Muncan, Karangasem pada Sabtu (3/10). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman IGS (21) sopir truk yang dibakar hingga meninggal oleh bosnya sendiri IPCP (37) karena masalah setoran di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Karangasem pada Sabtu (3/10). Sebelum disemayamkan ke peristirahatan terakhir di setra desa adat setempat, jenazah korban lebih dulu dimandikan di rumah duka.

Ratusan keluarga dan kerabat terdekat terlihat sudah berdatangan ke rumah duka. Termasuk puluhan sopir truk yang merupakan sahabat dari almarhum.

Baca juga:  Pj Gubernur Jajaki Kerjasama Masalah Sampah dengan Inggris

Beberapa keluarga dan kerabat langsung menangis, terlebih saat wajah dan badan dari almarhum dilihat dalam kondisi yang kurang yang dipenuhi bekas luka bakar ketika dikeluarkan untuk dimandikan.

Setelah prosesi pemandian jenazah selesai langsung dilanjutkan dengan prosesi upacara lainnya sesuai dengan ketentuan yang ada di Desa Adat Muncan. Setelah itu baru dibawa ke setra atau kuburan desa adat setempat untuk dimakamkan.

Baca juga:  Gunakan Alat Berat, Bangunan Ilegal di Pantai Bingin Ditarget Rampung 2 Minggu

Mereka datang untuk mengiringi prosesi upacara sekaligus memberikan doa kepada almarhum dan juga keluarga korban.

Jenazah IGS dimandikan sekitar pukul 11.00 WITA. Untuk proses pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WITA.

Ratusan warga ikut berjalan kaki, mengiringi jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. “(Korban) merupakan sosok yang sangat baik semasa hidupnya, punya banyak teman,” ujar sepupu almarhum, Wayan Ardiaksa.

Rekan korban yang lain, Sugiana, juga mengakui, kalau korban orangnya polos dan tidak pernah membuat masalah.

Baca juga:  Sehari Pascapilbup Karangasem, Ini Aktivitas Cabup Gede Dana

Untuk diketahui, IGS merupakan sopir truk yang dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri IPCP hingga mengalami luka bakar serius. Sempat dirawat dan menjalani  operasi, IGS akhirnya meninggal dunia di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Pelaku membakar korban karena permasalahan uang setoran sebesar Rp 8,5 juta yang belum dibayar oleh korban. Pelaku marah dan menyiram korban dengan Pertalite lalu dibakar. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN