Seorang petani menanam bibit padi di lahan pertanian di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 22 September 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Berbelanja, Berikut Ala Ayuning Dewasa 12 Juli 2026

Asuajeg Turun
Baik untuk membuat penakut, menanam padi, kacang-kacangan, sirih. berburu, membuat alat bunyi-bunyian, kentongan, gamelan, genta, dll.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Gni Rawana Rangkep
Baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah.

Baca juga:  Lahan Pemkab di Pupuan Jadi Sorotan, Seratusan Hektare Cuma Hasilkan Rp 15 Juta Setahun

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kaleburau
Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Macekan Lanang
Baik untuk membuat taji, tombak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dan lain-lain) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain).

Baca juga:  Kasus Cuci Darah Usia Muda di Bali Meningkat, Dua Penyakit Ini Diduga Pemicunya

Sri Tumpuk
Baik untuk mencari burung (mapikat). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN