Salah satu rangkaian upacara Pitra Yadnya sedang berlangsung. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 2 November 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Baik untuk Melaksanakan Dewa Yadnya, Berikut Ala Ayuning Dewasa 19 Mei 2026

Amerta Dadi
Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Kala Bancaran
Baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk menyadap nira).

Kala Siyung
Tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.

Baca juga:  Penantian 33 Tahun, Kesebelasan NTT Lolos PON

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Temah
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Kaleburau
Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.de

Karnasula
Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Menggelar Ngaben, Berikut Ala Ayuning Dewasa 3 Oktober 2026

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dan lain-lain) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN