Objek Wisata Taman Soekesada Ujung Karangasem. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Objek Wisata Taman Soekesada Ujung di Desa Tumbu, Karangasem, menjadi salah satu objek wisata yang memiliki nilai sejarah. Taman Soekesada Ujung ini, kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Objek wisata ini juga menjadi saksi sejarah keberadaan Kerajaan Karangasem. Seperti apa cerita sejarah dari objek Wisata Taman Soekesada Ujung ini?

Pengelola Taman Soekasada Ujung, Anak Agung Made Dewandra Djelantik, menuturkan, bagaimana pembangunan objek wisata Taman Soekesada Ujung tersebut. Ia menjelaskan, saat itu, Raja terakhir Karangasem, Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem ingin kembali membangun taman. Tujuannya menjadi tempat jamuan tamu-tamu kalangan masyarakat, tamu kerajaan dan beberapa kolega penting.

”Mungkin memilih tempat di sini pasti ada pertimbangan dan melibatkan spiritualitas dari beliau saat itu. Hingga pada akhirnya, di tahun 1909, Raja Karangasem membangun taman tersebut. Taman dengan luas 10 hektar itu akhirnya resmi selesai di tanggal 19 September 1921. Dan sekarang ini, usianya sudah 105 tahun,” ujarnya.

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Donor Darah di Denpasar dan Sekitarnya 26 April hingga 2 Mei 2026

Dewandra Djelantik mengatakan, selama masa pembangunannya, ada campur tangan dari beberapa kolega Raja Karangasem saat itu. Terbukti dari sejumlah peninggalan bangunannya yang masih terjaga dengan baik. Pengaruh Tiongkok, India hingga Eropa ikut andil dalam mengarsiteki pembangunan Taman Soekesada Ujung. Yakni, bangunan bale kapal. Dimana bangunan ini menjadi bangunan paling tinggi. Bentuk arsiteknya kental dengan nuansa India. Karena dulu tamu dari Kerajaan India pernah singgah ke sini.

“Bale kapal juga dulunya dipakai untuk memantau lalu lalang kapal, selain itu, ada juga keterangan yang menyebut kalau bale kapal menjadi titik awal untuk menuju ke areal bawah taman. Seperti orang turun dari kapal laut. Untuk turun ke bawah, anak tangganya cukup banyak. Di sana terdapat bale gili. Bangunan tersebut merupakan bangunan utama taman Soekesada Ujung. Letaknya di kelilingi kolam, bangunan menyerupai paviliun bergaya Eropa dan Bali,” katanya.

Baca juga:  Hadirkan 7 Kerajaan di Indonesia, TIF II Angkat Tema Bhineka Tunggal Ika

Menurut Dewandra Djelantik, kalau Taman Soekasada Ujung ini memenuhi tiga unsur. Laut, gunung, dan sungai yang bersumber dari mata air. Bahkan, hampir sebagian besar, taman-taman peninggalan kerajaan Karangasem beririsan dengan tiga unsur tersebut. Dam seiring berjalannya waktu, banyak peninggalan bangunan yang rusak akibat gempa. Taman ini direstorasi di tahun 2001 silam, hingga saat ini taman tersebut terus mengalami penataan.

“Yang menjadi PR bagi pengelola saat ini bagaimana mengumpulkan kembali nilai-nilai sejarah dari Taman ini yang erat kaitannya dengan Kerajaan Karangasem. Dan untuk melengkapi kepingan-kepingan informasi tersebut, kami berupaya mencari sejumlah sumber kredibel sehingga sejarah dari taman itu bisa dipertanggungjawabkan dan menjadi pengetahuan bagi pengunjung,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya ingin pengunjung yang datang berkunjung ke objek wisata ini, tidak hanya sekadar liburan ke sini. Tapi ada edukasi sejarah yang didapat setelah mereka berkunjung. “Selama ini banyak pengunjung yang bilang sendiri, mengaku mendapatkan ketenangan dan kesenangan ketika berkunjung kesini, ” paparnya.

Baca juga:  Penataan Objek Wisata Penelokan Masih Tahap Studi Kelayakan

Lebih lanjut dikatakannya, setiap harinya ratusan pengunjung yang berkunjung ke objek wisata ini. Jelas dia, bahkan selain pengunjung biasa, banyak artis-artis indonesia termasuk dari liar, diantaranya artis Korea yang datang untuk berkunjung. Bahkan, hingga saat ini cukup banyak orang korea yang datang berkunjung kesini.

“Kedatangan artis-artis ini cukup membantu promosi, sehingga taman ini menjadi eklusif semakin dikenal. Pengunjung yang datang diharapkan kwalitas daripada kuantitas. Bahkan, sekarang pengunjung korea posisi ketiga terbanyak ke taman ini,” imbuh ya sembari menyatakan, pihaknya kedepan akan terus menambah bangunan yang lainnya untuk menunjang fasilitas di objek tersebut. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN