Kabid Keswan Kesmavet I Gusti Putu Sugiarta. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing liar maupun peliharaan kembali meresahkan warga di kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Dalam kurun waktu beberapa hari saja, satu ekor anjing dilaporkan telah menggigit tiga orang warga yang masih dalam satu rumah/kerabat.

Berdasarkan penuturan salah satu korban, Kamis (17/9), rentetan peristiwa tersebut bermula saat anjing tersebut menggigit seorang ibu, Ni Komang Ayu Suartini (49) yang tengah memandikannya. Gigitan pertama tersebut mengenai bagian jari korban dan mengakibatkan luka kecil pada (8/9) lalu.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026

Tidak berhenti di sana, insiden kedua terjadi pada Sabtu (12/9) lalu. Anjing tersebut kembali menyerang seorang remaja, Febatan Try Sandy (15) yang saat itu bermaksud mencari kutu di tubuh anjing tersebut. Jari kiri anak tersebut digigit hingga mengalami luka robek yang cukup parah.

Pihak keluarga sempat membawa korban kedua ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, keluarga korban mengaku sempat terkendala biaya Vaksin Anti Rabies (VAR) karena layanan KIS (kartu Indonesia sehat) dilaporkan tidak menjamin penanganan vaksinasi tersebut di RS. Korban kemudian dirujuk ke Puskesmas terdekat. Sayangnya, di Puskesmas pun pemberian vaksin tidak bisa langsung dilakukan karena petugas medis harus mengobservasi kondisi anjing terlebih dahulu.

Baca juga:  Dua Hari Berturut-turut, Zona Merah Ini Sumbang Pasien COVID-19 Sembuh di Atas 200

Puncaknya terjadi pada Minggu (13/9) malam. Korban ketiga, Dominika Savya Bayu (23) yang berniat baik memindahkan tempat tidur anjing tersebut ke atas keset agar tidak kedinginan di lantai, justru diserang secara mendadak saat anjing sedang tidur.

“Padahal sudah saya dorong-dorong dan dorong pakai barang supaya menjauh, tapi dia tetap mengejar dan langsung menggigit siku kiri saya,” ujar korban ketiga menceritakan keganasan anjing tersebut. Sehari setelah menggigit, Senin (14/9), anjing tersebut diketahui mati.

Baca juga:  Positivity Rate Sudah Turun, Jumlah Target Tracing Bali Kembali Dikurangi

Kepala Bidang Keswan Kesmavet, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Kamis (17/9) membenarkan adanya kejadian tersebut. Tim telah melakukan pengecekan pada Senin (14/9) dan mengambil sampel anjing yang mati tersebut. Dari keterangan korban, anak anjing jantan usia 4 bulan dan belum divaksin itu tidak menunjukkan gejala klinis seperti mengamuk atau bertingkah aneh. (Surya Dharma/bslipost)

BAGIKAN