Suasana pelaksanaan latihan kedaruratan yang digelar di Bandara Ngurah Rai. (BP/Antara)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meminta calon penumpang pesawat untuk tidak panik saat melihat pelaksanaan latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh Airport Emergency Exercise (AEE) pekan depan.

“Sehubungan dengan pelaksanaan latihan tersebut, kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti instruksi petugas apabila melihat aktivitas latihan,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati di Denpasar, Rabu (16/9) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Nugroho menyampaikan bahwa AEE ini merupakan kegiatan yang terencana dan terkoordinasi, dimana akan dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 mendatang.

Baca juga:  Ini, 4 Penyebab Turunnya Pergerakan Pesawat di Bandara Ngurah Rai di 2019

Selama latihan penanggulangan keadaan darurat ini berlangsung, dipastikan seluruh operasional penerbangan di bandara Bali Selatan itu tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.

Kegiatan AEE sendiri diselenggarakan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) bersama seluruh komunitas dan pemangku kepentingan kebandarudaraan.

Ia menjelaskan latihan berkala ini ditujukan untuk menguji kesiapan personel serta efektivitas dokumen Airport Emergency Plan (AEP).

Selain itu, simulasi ini dirancang untuk memperkuat fungsi komando, koordinasi, dan komunikasi antar-unit maupun instansi terkait.

Baca juga:  Keprok Kaca Mobil Terjadi di Sulahan

“Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata populer dunia, sebagai pintu masuk utama, kami berkomitmen memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan selalu terjaga,” ujar Nugroho.

Pengelola bandara menilai AEE sangat penting untuk menguji kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi keadaan darurat.

Pada pelaksanaan AEE 2026 sendiri, pihak bandara menyiapkan tiga skenario latihan yang menyerupai kondisi sebenarnya.

Skenario tersebut meliputi kebakaran gedung (Building Fire Exercise), gangguan keamanan (Airport Security Exercise), dan kecelakaan pesawat (Aircraft Accident Exercise).

Baca juga:  Warga NTT Nyaris Ribut di Sanur, Pembawa Sajam Ditangkap

“Masing-masing skenario dirancang untuk menguji kesiapan personel dan efektivitas prosedur dalam menghadapi kondisi berbeda,” ucap Nugroho.

Menurutnya, latihan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi evaluasi dan penyempurnaan prosedur yang ada.

Dengan simulasi ini, komunitas bandara dilatih memberikan respons yang cepat, tepat, dan terarah jika terjadi situasi darurat nyata.

“Kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing,” tuturnya sekaligus berharap kesiapsiagaan ini terus terjaga demi memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi seluruh penumpang. (kmb/balipost)

BAGIKAN