
MANGUPURA, BALIPOST.com – Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Legian, Kuta. Olah TKP ini dilakukan terkait meninggalnya warga negara (WN) Australia berinisial DJS (37), beserta anak perempuannya, ADS (7) dan LKS (4), laki-laki.
Polisi mengungkap kronologi peristiwa tragis ini. Dugaan sementara ADS dan LKS dianiaya ayahnya hingga meninggal. Setelah itu, DJS mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri (bundir).
“Korban mengontrak bungalo itu sejak 2022. Masa kontraknya sampai 2029,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Senin (14/9).
Iptu Adi menjelaskan ada rekaman CCTV di ruang tamu. Terlihat ADS melambai-lambaikan tangan ke arah kamera tersebut.
Setelah itu, ADS tidak nampak lagi. “Masih didalami di kamar mana kedua anak tersebut diduga dianiaya ayahnya. Untuk memastikan penyebab meninggalnya kedua anak tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis,” ungkapnya.
Mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini mengatakan SDJ merupakan warga negara Australia, sedangkan kedua anaknya berkewarganegaraan Indonesia. Dari keterangan saksi, NK (51), pukul 08.30 WITA ditelepon seseorang yang mengaku istri korban yang berada di Jakarta.
NK diminta tolong mengecek kondisi suami dan kedua anaknya yang tinggal di bungalo karena tidak dapat dihubungi.
Selanjutnya NK mendatangi bungalo dan setibanya di sana tidak ada aktivitas penghuninya. NK lalu menemui pemilik bungalo, CGSD dan menyampaikan informasi yang diterimanya.
Mereka langsung menuju TKP dan tidak menemukan tanda-tanda aktivitas. CGSD lalu menghubungi klian lingkungan setempat.
Beberapa menit kemudian, klian lingkungan bersama sejumlah tetangga mendatangi lokasi. “Warga sempat menggedor pintu sambil memanggil penghuni bungalo. Namun tidak ada respons dari dalam,” kata Adi.
Khawatir terjadi sesuatu, pintu rumah tersebut dibuka paksa, Setelah pintu terbuka, warga melihat SDJ berada dalam kondisi tergantung di terali besi jendela. Sementara kedua anaknya ditemukan tergeletak di lantai kamar.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan luar terhadap kondisi dua anak korban diduga meninggal akibat tindakan kekerasan. Sedangkan SDJ diduga bundir.
Ketiga jasad korban dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. “Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk terhadap istri korban. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematian para korban,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang.
Lebih lanjut, menurut Kombes Leonardo, saat ini anggota Polsek Kuta memintai keterangan istri korban. Selain itu juga memeriksa rekaman CCTV di TKP dan koordinasi dengan Konsulat Australia.
Sebelumnya di rumah kontrakan di Legian, Kuta, ditemukan tiga jasad warga negara asing (WNA), Minggu (13/9). Korban seorang laki-laki WN Australia berinisial DJS (37). Selain itu ditemukan jasad anak perempuan korban, ADS (7) dan LKS (4), laki-laki. (Kerta Negara/balipost)









