Polisi mendatangi TKP kebakaran di Desa Poh Bergong. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran menghanguskan sebuah kandang sapi di areal persawahan Dusun Bergong, Desa Poh Bergong, Kecamatan Buleleng, Kamis (10/9) sore. Dalam musibah tersebut, dua ekor sapi jantan milik Ketut Sukantri (49) tak terselamatkan dan ditemukan mati di sebelah barat kandang.

Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz, dikonfirmasi Jumat (11/9), membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.00 WITA saat seorang warga, Ketut Manis (42), sedang menyabit rumput di sekitar lokasi.

Baca juga:  Badung Kembali Raih Penghargaan "Public Service Award Of The Year Bali 2020"

Saat membawa rumput untuk pulang, saksi melihat kobaran api dari kandang sapi milik korban. Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada Kadek Ratnada (34), yang selanjutnya bersama warga bergegas menuju lokasi.

Setibanya di TKP, kobaran api sudah membesar. Upaya penyelamatan terhadap sapi yang berada di dalam kandang pun terkendala. Saksi sempat berusaha menarik tali pengikat sapi, namun tidak dapat masuk lantaran api sudah membesar.

“Setelah itu, saksi melihat salah satu sapi berlari ke arah selatan. Tidak lama kemudian kandang tersebut roboh,” ujar Yohana.

Baca juga:  Kandang Terbakar, Puluhan Ribu Bibit Ayam Mati

Warga selanjutnya berupaya melakukan pemadaman secara manual. Kadek Ratnada bersama warga bahkan sempat menarik bagian atap kandang yang terbuat dari seng untuk membantu memadamkan api.

Menurut keterangan korban, sebelum kejadian dirinya sempat mendatangi kandang sekitar pukul 11.00 WITA untuk memberikan makan kedua sapinya. Sekitar pukul 12.30 WITA, korban meninggalkan lokasi dan saat itu tidak melihat adanya asap maupun tanda-tanda kebakaran.

Baca juga:  Selesai Jalani Karantina, Puluhan PMI dari Ukraina Pulang ke Daerah Asal

Korban juga menerangkan, sekitar dua hari sebelum kejadian sempat melakukan pembakaran rumput kering di sekitar kandang. Pembakaran tersebut dilakukan untuk mengusir lalat yang mengganggu sapi.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu sisa api atau sekam dari aktivitas pembakaran yang belum padam sempurna,” kata Yohana.

Akibat kejadian tersebut, satu bangunan kandang sapi dan dua ekor sapi jantan terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp23 juta. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN