Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran PLN seusai penandatanganan MoU terkait PLTS di Bali. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) resmi memulai langkah percepatan program transisi energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Pulau Dewata.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas peluncuran kebijakan pengembangan PLTS di wilayah Bali. Koster menjelaskan bahwa proyek ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

“Kami sangat berbahagia dan berterima kasih karena program ini sejalan dengan visi Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih. Kebijakan ini tidak hanya memenuhi pasokan listrik ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Bali di mata dunia,” ujar Wayan Koster usai penandatanganan MoU dengan PLN terkait PLTS di Gilimanuk.

Baca juga:  Gangguan Pembangkit, PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir hingga 12 Januari

Sebagai bentuk dukungan penuh, Pemprov Bali berkomitmen memfasilitasi penyediaan lahan milik negara yang tidak produktif untuk pembangunan infrastruktur pembangkit. Selain di kawasan Gilimanuk (Jembrana), pemerintah daerah tengah menyurvei potensi lahan kering di Buleleng dan Karangasem untuk perluasan kapasitas pembangkit di masa mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa proyek PLTS di Bali dirancang secara terintegrasi dengan teknologi sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) berkapasitas besar.

Baca juga:  Tuntaskan Program 35.000 MW, PLN Gandeng Kejagung

“Untuk tahap awal, kapasitas yang diaplikasikan adalah 1.000 MWp (1 GWp) yang didukung dengan BESS sebesar 3,3 GWh. Integrasi baterai ini memungkinkan energi surya yang diserap pada siang hari digunakan untuk memasok kebutuhan listrik saat beban puncak di sore hingga malam hari,” jelas Darmawan.

Darmawan menambahkan, program ini secara signifikan akan menggeser ketergantungan pembangkit listrik dari bahan bakar minyak (BBM) impor yang mahal ke sumber energi domestik yang bersih dan ekonomis.

Baca juga:  Imbas Cuaca Buruk, Produksi Kopi Anjlok

Darmawan menegaskan bahwa pasokan daya dari PLTS Gilimanuk akan tersambung ke jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kV untuk melistriki seluruh Pulau Bali, termasuk pusat pariwisata di Bali Selatan. Pengembangan kawasan proyek seluas 320 hektare di Jembrana dengan target kapasitas 300 MWp juga ditargetkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kolaborasi lintas kementerian dan Lembaga, mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, hingga Danantara diposisikan sebagai super team demi memastikan target swasembada energi bersih nasional dapat terakselerasi dengan optimal. (surya dharma/balipost)

BAGIKAN