
GIANYAR, BALIPOST.com – Memasuki musim layang-layang, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gianyar memberikan imbauan kepada masyarakat. PLN menegaskan tidak melarang tradisi musiman ini, namun meminta warga untuk lebih memperhatikan lokasi bermain demi keselamatan bersama dan menjaga keandalan pasokan listrik.
Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, didampingi Manajer PLN ULP Gianyar, Putu Agra Ricna Sukarmawan, Selasa (30/6), menyampaikan bahwa pemilihan tempat bermain layang-layang menjadi poin krusial yang harus diperhatikan oleh masyarakat.
”Kami dari PLN menghimbau, kami tidak melarang untuk bermain layang-layang, silakan. Namun pemilihan tempatnya mungkin lebih diperhatikan. Jauhi jaringan listrik yang ada karena memang ada potensi bahaya di situ,” ujar Imadya Nareswari.
Imadya menjelaskan bahwa tali atau benang layang-layang dapat bertindak sebagai konduktor (penghantar listrik), terutama jika benang tersebut dalam kondisi basah atau menggunakan jenis bahan tertentu yang mengandung logam/kawat. Terlebih lagi, saat ini banyak warga yang memodifikasi layang-layang dengan lampu hias, yang dapat meningkatkan risiko bahaya.
Jika layang-layang atau benangnya tersangkut pada jaringan listrik, hal tersebut berpotensi memicu hubungan arus pendek (korsleting) yang berujung pada pemadaman listrik secara massal. Tidak hanya itu, risiko fatal seperti tersengat aliran listrik juga mengintai para pemain layang-layang.
”Potensi bahayanya tidak hanya pemadaman secara massal, tapi ini juga untuk keselamatan dari sisi manusianya,” tambahnya. Sebagai solusi aman, PLN menyarankan masyarakat untuk bermain di ruang terbuka, seperti di kawasan bibir pantai yang memiliki angin kencang dan bebas dari bentangan kabel listrik.
Selain masalah layang-layang, PLN UP3 Bali Timur juga terus bersiaga mengantisipasi potensi gangguan akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik. PLN rutin bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemangkasan pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.
PLN juga memiliki program inspeksi rutin setiap hari guna memetakan pohon-pohon milik warga yang posisinya mendekati kabel listrik. Jika ditemukan potensi bahaya, pihak PLN akan berkomunikasi dengan warga setempat untuk melakukan pemotongan secara aman.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada PLN jika melihat ada layang-layang yang tersangkut atau pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123 agar dapat segera ditindaklanjuti. (Wirnaya/balipost)









