Warga negara Maroko saat melapor kehilangan HP ke Polres Bandara Ngurah Rai. Setelah dilakukan penelusuran, HP tersebut dikembalikan oleh driver ojol. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tidak sedikit wisatawan asing dan domestik ketinggalan barang terutama HP saat menumpang ojek online (ojol) atau taksi online (taksol). Untuk menjaga citra positif Bali, para ojol dan taksol diharapkan memegang teguh kejujuran dengan mengembalikan barang penumpang jika memang ketinggalan. Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Bandara Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, Rabu (19/8).

Ipda Suka menyampaikan, beberapa waktu lalu personel Polres Bandara menindaklanjuti laporan warga negara Maroko yang kehilangan HP. “Setelah dilakukan pelacakan, anggota Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai berhasil menghubungi driver ojol dan HP tersebut akhirnya dikembalikan ke pemiliknya. Penyerahan HP tersebut dilakukan di Mako Polres Bandara,” ujarnya.

Baca juga:  Berlapis, Pengawasan terhadap Personel Polresta Denpasar

Menurutnya, Polres Bandara Ngurah Rai terus mengajak dan mengedukasi para driver ojek online maupun taksi online agar bersama-sama menjaga kejujuran serta memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang.

“Kami mengimbau apabila menemukan barang milik penumpang yang tertinggal di kendaraan, agar segera diamankan dan dilaporkan kepada petugas polres atau pihak terkait di Bandara Ngurah Rai. Terlebih, banyak penumpang merupakan wisatawan mancanegara yang mungkin tidak memahami prosedur pelaporan di Indonesia,” tegasnya.

Baca juga:  Tarif Baru Ojol Berlaku Mulai 1 Mei 2019

Pihaknya juga terus membangun komunikasi dan sinergi dengan komunitas driver online. Polisi menekankan, barang yang tertinggal bukan menjadi hak kita, tetapi harus dikembalikan kepada pemiliknya. Dengan kejujuran para driver ojol atau taksol, respons cepat petugas, serta koordinasi seluruh pihak, akan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi setiap penumpang yang datang maupun berangkat melalui Bandara Ngurah Rai. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN