Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba menyapa para ojek usai pimpin apel deklarasi. (BP/rah)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Polres Badung menggelar apel deklarasi dengan komunitas ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di Lapangan Polres Badung, Kamis (17/9). Kegiatan ini bertujuan sama-sama menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polres Badung. Selain itu supaya pengendara ojek mematuhi aturan berlalu lintas.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan ojol dan ojpang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga Kamtibmas.

Oleh karena itu, para pengemudi diimbau selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm SNI, memastikan kendaraan laik digunakan serta menjaga solidaritas. Setiap persoalan di lapangan diharapkan diselesaikan secara baik dan tidak berkembang menjadi konflik.

Baca juga:  Naikkan Tarif PWA, Bali Harus Revisi Perda

Kapolres juga mengajak para pengemudi mendukung pelaksanaan KRYD Ranmor serta kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dari Satbinmas dan Satlantas Polres Badung. “Apabila menemukan tindak kriminalitas atau gangguan kamtibmas, pengemudi diminta segera melapor kepada polsek terdekat atau melalui call center Polri 110. Khusus pengemudi ojol, kami imbau agar tertib saat menunggu penumpang dan tidak parkir sembarangan karena dapat mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Baca juga:  Jambret Berjaket Ojol Gasak Kalung Emas WNA Australia di Legian, Kerugian Rp225 Juta

Mantan Kapolres Karangasem ini menekankan kegiatan ini merupakan sebuah langkah mewujudkan komitmen dan sinergitas antara Polri dengan ojek untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Badung.

“Kami ingin membangun komunikasi dengan baik didalam menjaga dan mencegah potensi-potensi gangguan kamtibmas,  sehingga bisa ditangani bersama-sama. Tentunya kami menyadari peran ojek sangat penting menyikapi beberapa situasi dan tugas yang telah dilaksanakan patroli, KRYD,” ungkapnya.

Menyikapi banyak pelaku kriminal menggunakan atribut ojol, AKBP Joseph menekankan dengan kegiatan ini diharapkan mampu mencegahnya. “Dengan deklarasi ini terwujud sinergitas untuk mencegah kasus tersebut,” kata perwira melati dua di pundak ini.

Baca juga:  DPO Kasus Laboratorium Narkotika Bali Ditangkap di Thailand

Perwakilan ojol, Rahmad menyambut baik kegiatan ini. Selain untuk meningkatkan sinergitas antara ojol dan opang di lapangan, juga mencegah terjadi gesekan. Termasuk mematuhi aturan berada di kantong-kantong parkir saat menunggu orderan sehingga tidak menggangu kenyamanan warga dan menyebabkan macet.

“Sebenarnya adanya oknum (ojol ilegal) itu sangat merugikan kami yang  resmi. Sudah dilakukan sidak juga. Dengan kolaborasi ini sangat  memperkuat saat di lapangan dan menjaga ketertiban,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN