Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan Penghargaan Dharma Kusuma Tahun 2026 kepada 20 seniman, budayawan, ilmuwan, dan tokoh pada Malam Anugerah dan Kilau Wastra Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (14/8) malam. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali memberikan Penghargaan Dharma Kusuma Tahun 2026 kepada 20 seniman, budayawan, ilmuwan, dan tokoh yang dinilai berprestasi maupun memberikan kontribusi luar biasa dalam pemajuan kebudayaan Bali.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Anugerah dan Kilau Wastra Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (14/8) malam. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Penetapan para penerima penghargaan tertuang dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor 731/03-J/HK/2026 tentang Penerima Penghargaan Dharma Kusuma kepada Pihak yang Berprestasi atau Berkontribusi Luar Biasa sesuai dengan Prestasi dan Kontribusinya dalam Pemajuan Kebudayaan. Keputusan tersebut ditetapkan di Denpasar pada 29 Juli 2026 dan ditandatangani Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam keputusan itu disebutkan, Penghargaan Dharma Kusuma merupakan bagian dari upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan guna meningkatkan ketahanan budaya. Penghargaan sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa, prestasi, serta pencapaian para seniman, budayawan, ilmuwan, dan tokoh masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Baca juga:  18 Desa Wisata di Badung Utara Jadi Andalan Baru Dongkrak Pariwisata

Penetapan 20 penerima dilakukan setelah Tim Penilai Penghargaan Dharma Kusuma melaksanakan proses penilaian. Nama-nama penerima kemudian ditetapkan melalui Berita Acara Pleno Penetapan Penerima Penghargaan Dharma Kusuma Tahun 2026 Nomor B.19.400.3.3.4/6572/Kes/Disbud tertanggal 27 Juli 2026.

Ke-20 penerima berasal dari berbagai latar belakang dan bidang kebudayaan. Penghargaan tersebut menunjukkan luasnya spektrum kontribusi yang menjadi bagian dari pemajuan kebudayaan Bali.

Prof. Dr. I Nyoman Ardjasa Wenten, M.F.A. dari Badung menerima penghargaan dalam bidang seni tari dan karawitan. Sementara Ar. Ir. Nyoman Popo Priyatna Danes, IAI., AA. dari Denpasar menerima penghargaan dalam bidang arsitektur.

Selanjutnya, Drs. I Made Taro mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam bidang sastra dan permainan tradisional Bali. Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. dalam bidang sastra modern dan kajian budaya, serta Ir. Made Widnyana Sudibya dalam bidang dokumentasi visual dan arsitektur.

Dari Gianyar, penerima penghargaan antara lain Dr. I Gusti Putu Sudarta, SSP., M.Sn. dalam seni pertunjukan; I Wayan Gde Yudana dalam karawitan dan musik; serta Dr. Drs. A.A. Ngr. Anom Mayun Konta Tenaya, M.Si. dalam desain busana dan tata rias.

Baca juga:  Raih Penghargaan ke-5 di 2022, Bank Lestari Bali Komit Maksimalkan Layanan Digital

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Drs. Made Budhiana dalam seni lukis; Ni Wayan Suratni, S.Sn., M.Sn. dalam drama gong dan teater tradisi; Satria Koesuma dalam seni teater dan sastra modern; serta Sang Ketut Pesan Sandiyasa, B.A. dalam dramatari Arja dan seni vokal.

Ada pula Drs. Tjokorda Gde Abinanda Sukawati, M.Sn. dalam bidang desain busana dan Ni Wayan Murniasih, S.Pd. dalam dramatari Arja dan seni vokal.

Dalam bidang seni tari, penghargaan diberikan kepada Dr. I Nyoman Cerita, S.ST., M.FA. Sementara Ida Bagus Martinaya, S.Pd., M.Sos. menerima penghargaan atas kontribusinya dalam karikatur, sastra, dan teater modern.

I Wayan Suweca, S.SKar., M.Mus. tercatat sebagai penerima penghargaan dalam bidang seni karawitan. Selanjutnya Drs. Tjokorda Gde Putra Artha Astawa Sukawati menerima penghargaan dalam bidang permuseuman.

Baca juga:  Seni dan Kecerdasan Spiritual

Dua penerima lainnya adalah A.A. Ayu Kusuma Arini, S.ST., M.Si. dalam bidang seni tari dan Ni Wayan Nondri dalam bidang seni pedalangan.

Selain memperoleh piagam dan lencana emas, masing-masing penerima Penghargaan Dharma Kusuma Tahun 2026 mendapatkan uang penghargaan sebesar Rp53 juta.

Gubernur Koster mengatakan penghargaan Dharma Kusuma pada dasarnya tidak sebanding dengan dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan para penerima selama berkarya dan mengabdikan diri bagi kebudayaan Bali.

Namun, menurut Koster, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan yang dapat diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada para tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap kehidupan kebudayaan Bali.

Penghargaan itu juga menjadi pengakuan terhadap peran para seniman dan budayawan yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan berbagai ekspresi kebudayaan, baik seni tradisi maupun perkembangan kebudayaan dalam konteks kekinian.

Melalui penghargaan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap dedikasi para penerima terus menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sekaligus memajukan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN