Krama Desa Adat Penasan saat hadir dalam pengukuhan awig-awig. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Waspadai Penjualan Hasil TAT

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 13 Agustus 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Dauh Ayu
Baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun.

Kala Kilang-kilung
Baik untuk membuat barong, membuat sok (bakul), dan segala anyam-anyaman.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Bercocok Tanam, Berikut Ala Ayuning Dewasa 16 Juni 2026

Kala Macan
Baik untuk membuat segala yang menakutkan, membuat tombak, keris, lelakut (penakut). Tidak baik untuk berbicara yang tidak perlu.

Kala Mereng
Tidak baik untuk bercocok tanam.

Kala Prawani
Tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik.

Kala Sudangastra
Baik untuk membuat alat-alat yang runcing.

Kala Temah
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Baca juga:  Giliran Gudang Pengoplosan LPG di Abiansemal Digerebek, Ratusan Tabung Diamankan

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dan lain-lain) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain).

Sri Murti
Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung.

Sri Tumpuk
Baik untuk mencari burung (mapikat). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN