NS dipanggil untuk dimintai keterangan di Kantor Desa Kalibukbuk. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pengalaman tak menyenangkan dialami seorang wisatawan wanita asal Taiwan saat berlibur di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng.

Wisatawan tersebut mengaku merasa tidak nyaman setelah diduga mendapat perlakuan tidak pantas dari seorang pria saat sedang membuat konten outfit of the day (OOTD).

Pengalaman tersebut diungkap korban melalui akun Instagram dan kemudian viral di media sosial. Dalam unggahannya, korban mengaku sampai menangis sepanjang perjalanan kembali ke penginapan karena merasa tidak nyaman dengan kejadian yang dialaminya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/8). Saat itu, korban sedang membuat konten OOTD di pinggir jalan kawasan wisata Lovina. Seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya kemudian menghampiri korban dan mengajaknya berjabat tangan.

Baca juga:  Pasar Tradisional Diminta Perbaiki Manajemen

Pria tersebut juga sempat menyampaikan harapan agar korban menikmati liburannya di Bali. Awalnya, korban mengira tindakan tersebut merupakan bentuk keramahan warga lokal.

Namun, situasi berubah ketika pria tersebut diduga mengarahkan tangannya ke bagian kemaluan. Korban kemudian merasa tidak nyaman dan meninggalkan lokasi.

Perbekel Kalibukbuk, Ketut Suka, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak desa telah memanggil pria berinisial WS alias Nane (68), warga setempat yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

WS telah diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. “Kita sudah tangani. Kita panggil dan kita selesaikan. Yang bersangkutan sudah kita bina, bahkan kita peringatkan kalau kembali berulah seperti ini akan diambil tindakan tegas,” ujar Ketut Suka, Rabu (12/8).

Baca juga:  Ketua DPR Korsel Berbagi Pengalaman Pindah Ibukota Dengan Puan Maharani

Menurut Ketut Suka, pihak desa mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari nelayan setempat. Laporan diterima pada Minggu (9/8).

Selanjutnya, pihak desa menelusuri keberadaan WS dan memanggilnya pada Senin (10/8). “Kebetulan kita baru tahu Minggu. Dapat laporan dari nelayan, kemudian Senin kita panggil,” katanya.

Dijelaskan, WS merupakan warga Kalibukbuk yang sebelumnya tinggal di wilayah Kampung Anyar. Berdasarkan informasi yang diterima pihak desa, WS saat kejadian berada di kawasan Lovina setelah melihat wisatawan yang menikmati atraksi lumba-lumba.

Pihak keluarga WS juga telah dipanggil ke kantor desa. Keluarga diminta ikut melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca juga:  Amankan Pelabuhan Benoa Selama Libur Lebaran, Polsek Kerahkan Belasan Personel

Selain memberikan pembinaan, pihak Desa Kalibukbuk juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada wisatawan tersebut melalui akun media sosialnya. Hal itu dilakukan karena wisatawan bersangkutan telah meninggalkan Bali.

“Kita sudah kirim permohonan maaf dari pihak desa ke akun wisatawannya atas ketidaknyamanan yang diterima. Kita juga sampaikan bahwa kita sudah mengambil tindakan cepat terkait informasi ini,” ujar Ketut Suka.

Pihak desa berharap kejadian tersebut tidak kembali terjadi dan seluruh masyarakat maupun pelaku usaha di kawasan wisata dapat ikut menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Lovina. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN