Identifikasi dilakukan di lokasi penemuan mayat tokoh adat Desa Subaya. (BP/Nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang lansia Jero Bau I Wayan Asung (70) ditemukan meninggal dunia di jurang di wilayah Desa Subaya, Kintamani, pada Sabtu (8/8) malam. Korban yang merupakan tokoh adat desa setempat diduga jatuh ke jurang akibat terpeleset saat sedang mencari kayu bakar.

Sebelum ditemukan, korban diketahui keluar rumah Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Karena tak kunjung pulang hingga sore hari, pihak keluarga bersama warga menggelar pencarian ke lokasi biasa korban mencari kayu bakar. Sekitar pukul 21.30 wita, korban akhirnya berhasil ditemukan. Korban ditemukan tersangkut di pangkal pohon juwet di dalam jurang dalam keadaan meninggal dunia pada jurang berkedalaman sekitar 100 meter. Oleh warga korban kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Baca juga:  Eni Pasok Gas PLTDG Bali

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta dikonfirmasi, Minggu (9/8), membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian itu baru dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Kintamani pada Minggu untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dikatakan Gumiliarta berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas medis Puskesmas Kintamani II, korban mengalami sejumlah luka akibat benturan, di antaranya luka robek sepanjang 20 cm di dahi kanan serta beberapa luka memar di bagian kepala, wajah, lengan, dan pinggang. “Penyebab kematian korban diduga karena terpeleset dan jatuh ke jurang hingga tersangkut di pohon juwet,” ujarnya.

Baca juga:  Diduga Terpeleset, Balita Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini murni sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Sementara itu Bendesa Subaya Putu Sarjana mengatakan menjelaskan bahwa almarhum Jero Bau Asung merupakan tokoh adat yang memegang jabatan penting dalam struktur Ulu Apad di Desa Adat Subaya. Menurutnya, mencari kayu bakar sudah menjadi aktivitas rutin almarhum setiap hari.

Lokasi ditemukannya korban berada cukup jauh dari permukiman warga. Proses evakuasi malam itu berjalan lumayan berat akibat medan yang sulit. “Setelah berhasil dievakuasi, jenazah almarhum langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya. Rencananya upacara untuk korban akan dilaksanakan 10 hari mendatang. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Hanyut saat Buang Lele di Tukad Badung, Bocah Ditemukan Meninggal
BAGIKAN