
JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore (4/8) ditutup menguat dipicu oleh sentimen positif dari tingkat domestik maupun global.
IHSG ditutup menguat 85,11 poin atau 1,37 persen ke posisi 6.319,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,28 poin atau 1,81 persen ke posisi 635,21.
“Bursa regional Asia bergerak menguat sejalan dengan tren positif bursa Wall Street,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico, dilansir dari Kantor Berita Antara.
Dari dalam negeri, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 secara tahunan turun ke level 2,88 persen year on year (yoy), atau terjaga dalam kisaran target sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 plus minus 1 persen.
“Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah,” ujar Nico.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2026 mencatatkan defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS, atau lebih rendah dibandingkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Meskipun mengalami defisit, Nico menyebut secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juni 2026 tetap mencatatkan surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II-2026 pada pekan ini.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar merespon positif rilis indeks manufaktur Amerika Serikat (AS), yang mana ISM Manufacturing naik dari sebelumnya 53,3 menjadi 55,6, dan merupakan kenaikan dengan laju tercepat sejak lebih dari empat tahun terakhir.
“Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan,” ujar Nico
Di sisi lain, pelaku pasar memantau perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang mana Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tengah berlangsung, namun Iran membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, kabar baiknya pertemuan antara Iran dengan Oman, menunjukkan progres yang mengalami kemajuan untuk meningkatkan lalu lintas melalui selat tersebut.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu sektor properti yang naik sebesar 2,57 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 1,94 persen dan 1,86 persen.
Sedangkan satu sektor turun yaitu sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 0,37 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu ENZO, PADA, PRDL, HDFA, dan MBTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BACH, TMPO, KOCI, OMRE dan JELI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.112.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,39 miliar lembar saham senilai Rp12,95 triliun. Sebanyak 420 saham naik, 234 saham menurun dan 309 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,23 persen ke 63.899,00, indeks Shanghai menguat 0,33 persen ke 3.822,28, indeks Hang Seng melemah 0,60 persen ke 25.852,92, indeks Kospi menguat 1,62 persen ke 6.358,95, dan indeks Kuala Lumpur menguat 0,40 persen ke 1.732,66. (kmb/balipost)










