
SINGASANA, BALIPOST.com – Program cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar serentak di Kabupaten Tabanan bertepatan dengan hari raya Tumpek Krulut, Sabtu (1/8), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sebanyak 51 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang tersebar di hampir seluruh kecamatan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelayanan Kesehatan Gratis pada Hari Raya Tumpek Krulut.
Antusiasme paling terlihat di Lapangan Alit Saputra, Desa Dajan Peken, yang menjadi lokasi pelayanan RS Singasana. Sejak dibuka pukul 07.00 WITA, warga yang baru selesai berolahraga langsung memanfaatkan kesempatan memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya. Lokasi pelayanan yang berada di ruang publik dinilai mampu menjangkau masyarakat lebih luas.
Direktur RS Singasana, dr. I Wayan Doddy Setiawan mengatakan, tingginya animo masyarakat menunjukkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. “Masyarakat sangat antusias. Banyak yang selesai berolahraga langsung datang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, RS Singasana juga menggandeng PMI Tabanan menggelar aksi donor darah. Untuk mendukung pelayanan, RS Singasana menerjunkan tiga dokter umum, seorang dokter gigi, 10 perawat, serta petugas laboratorium dan farmasi. Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
Sementara itu, pelayanan yang dikoordinasikan Puskesmas Tabanan I dipusatkan di Banjar Katimemes, Desa Sudimara. Berbeda dengan pelayanan di Lapangan Alit Saputra yang didominasi masyarakat umum, kegiatan di banjar lebih banyak dimanfaatkan kalangan lanjut usia (lansia).
Salah seorang warga, Ni Ketut Lanti mengaku terbantu dengan pelayanan yang hadir di lingkungan banjar. Menurutnya, selama ini ia harus meminta diantar anaknya jika ingin memeriksakan kesehatan ke puskesmas. “Kalau ke puskesmas jauh, harus diantar anak. Sekarang karena dekat, saya datang untuk cek tensi. Mudah-mudahan tetap sehat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ni Ketut Jati. Ia berharap program pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat, khususnya lansia.
Dalam program tersebut, masyarakat cukup membawa KTP untuk memperoleh layanan tanpa biaya. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan umum, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana menggunakan metode stik, pengukuran tinggi dan berat badan beserta indeks massa tubuh (IMT), serta skrining faktor risiko penyakit. Program jemput bola ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Puspawati/balipost)










