Rapat koordinasi (Rakor) di Museum Geopark Batur, Jumat (31/7). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Menjelang pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan, panitia memantapkan persiapan melalui rapat koordinasi (Rakor) di Museum Geopark Batur, Jumat (31/7). Rakor melibatkan jajaran kesra se-Bali, serta dinas dan instansi terkait.

Ketua Panitia Karya I Gede Darmawa menjelaskan bahwa rapat koordinasi sangat penting digelar mengingat upacara ritual ini merupakan agenda besar yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali. Selain itu, Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan berstatus sebagai Pura Tri Kahyangan Jagat, sehingga keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah sangat diperlukan.

Baca juga:  Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, Puncak Karya 17 Oktober 2024

“Dengan rapat koordinasi yang rutin dilaksanakan, astungkara kesiapan kita sudah matang untuk menyambut karya besar ini,” ujarnya ditemui usai rakor di Museum Geopark Batur, Jumat (31/7).

Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai persiapan dimatangkan. Mulai dari parkir, jalan, hingga listrik. Darmawa mengatakan terkait ketersediaan kantong parkir bagi para pemedek, pihaknya memastikan hal tersebut tidak ada masalah berkat ketulusan warga Desa Adat Songan yang meminjamkan lahan milik mereka untuk difungsikan sebagai area parkir selama rangkaian karya berlangsung.

Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian upacara, panitia merencanakan kebutuhan anggaran sebesar Rp5,6 miliar. Dana tersebut bersumber dari punia harian, punia krama, serta kontribusi punia dari pemerintah kabupaten/kota dan Pemprov Bali yang rutin ngaturang punia setiap upacara bakti penganyar.

Baca juga:  Tata Kawasan Suci Besakih, Pengerjaan Proyek Harus Berjalan Beriringan dengan Kegiatan Keagamaan

Selama rangkaian karya Tawur Agung Manca Wali Krama Pura Hulundanu Batur berlangsung, sebanyak kurang lebih 80 sulinggih akan dilibatkan untuk muput upacara secara bergantian. Darmawa menyampaikan bersamaan dengan rangkaian karya agung tersebut, akan dilaksanakan pula Upacara Danu Kerthi yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali Wayan Koster.

“Rangkaian karya Tawur Agung Manca Wali Krama Pura Hulundanu Batur akan berlangsung mulai 12 Agustus hingga 6 Oktober,” ujarnya.

Baca juga:  Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, Krama Mulai Ngayah

Sementara itu, Pengrajeg Karya Anak Agung Gede Putra Wiraguna dalam rakor tersebut menyampaikan bahwa Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan merupakan simbol kehidupan dan sumber kemakmuran Bali. Ketika umat memahami kedudukan Pura Hulundanu Batur, maka menurutnya tidak akan ada keraguan sedikit pun untuk ngayah. “Karya agung ini adalah bentuk rasa terima kasih dan upaya mengharmoniskan alam semesta,” ujar AA Gede Putra Wiraguna.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan pelaksanaan karya agung ini dengan menerapkan prinsip asah, asih, asuh serta saling mengingatkan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN