
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 644 ribu pekerja telah terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan hingga 30 Juni 2026. Jumlah tersebut setara 76 persen dari target kepesertaan tahun ini yang mencapai 839 ribu pekerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Adventus Edison Souhuwat menjelaskan pihaknya membawahi empat kantor cabang, yakni Badung, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana, dengan dukungan empat unit layanan serta 33 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).
Selain itu, cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Kota Denpasar telah mencapai 50,24 persen.
“Itu jumlah angkatan kerja yang ber-KTP Denpasar. Kurang lebih ada 50,24 persen itu sudah terlindungi dalam program BPJS. Baik itu di segmen pekerja penerima upah, bukan penerima upah atau pekerja migran Indonesia dan pekerja jasa konstruksi,” ujarnya, Rabu (22/7).
Dari sisi kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar mencatat terdapat 16.871 badan usaha yang telah terdaftar. Sementara pekerja penerima upah atau sektor formal yang terlindungi mencapai sekitar 357 ribu orang atau 87 persen dari target 407 ribu pekerja.
Untuk pekerja bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal, jumlah peserta yang telah terlindungi mencapai sekitar 212 ribu orang atau 67 persen dari target 313 ribu pekerja.
Adventus mengakui, segmen pekerja informal masih menjadi tantangan utama dalam perluasan kepesertaan.
“Ini PR kami juga BPJS Ketenagakerjaan di lapangan terkait pekerja mandiri. Karena kalau pekerja formal itu rata-rata semua sudah, kecuali yang mikro-mikro kecil. Tapi kalau pekerja bukan penerima upah atau informal, ini yang memang butuh effort,” katanya.
Sementara itu, jumlah pekerja jasa konstruksi yang telah terlindungi mencapai sekitar 57.400 orang atau 87 persen dari target 65 ribu pekerja. Adapun pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi peserta sebanyak 16 ribu orang atau 31 persen dari target 53 ribu pekerja.
Secara keseluruhan, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar menargetkan perlindungan bagi 839 ribu pekerja hingga akhir 2026.
“Ini masih bulan Juli. Kita tetap optimal sampai dengan Desember nanti kita bisa capai itu 839 ribu dari empat segmen yang ada ini,” ucapnya.
Dari sisi penerimaan iuran, hingga pertengahan tahun 2026 telah terkumpul sekitar Rp759 miliar atau sekitar 50 persen dari target tahunan sebesar Rp1,5 triliun.
Pada aspek pelayanan manfaat, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar telah membayarkan klaim senilai hampir Rp478 miliar. Klaim tersebut didominasi oleh program Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai sekitar Rp359 miliar.
“Memang masih didominasi di program jaminan hari tua karena rata-rata kerja kontrak belum selesai, putus kontrak cairkan. Habis itu kerja daftar lagi perusahaannya,” jelas Adventus.
Selain pembayaran klaim, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar juga telah menyalurkan manfaat beasiswa kepada 353 anak peserta yang orang tuanya meninggal dunia, baik akibat kecelakaan kerja maupun meninggal biasa.
Nilai beasiswa yang telah direalisasikan mencapai Rp1,8 miliar. Program tersebut memberikan bantuan pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi, dengan besaran Rp1,5 juta per tahun untuk TK dan SD, Rp2 juta untuk SMP, Rp3 juta untuk SMA, serta Rp12 juta per tahun bagi mahasiswa.
“Jadi anak-anaknya walaupun kehilangan tulang punggung keluarga, mereka masih bisa sekolah, masih bisa lanjut. Inilah manfaat dari BPJS menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendorong pemanfaatan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta aktif. Program tersebut mencakup bantuan uang muka pembelian rumah dengan harga maksimal Rp500 juta, fasilitas renovasi rumah hingga Rp200 juta, serta dukungan pembiayaan pembangunan perumahan bagi pengembang.
Hingga 10 Juli 2026, realisasi MLT baru mencapai sembilan pengajuan atau 31 persen dari target 29 pengajuan. Dari sisi nominal, realisasi baru sebesar Rp4,1 miliar atau sekitar 10 persen dari target Rp40 miliar.
“Ini bagian tantangan dari kami juga bagaimana mensukseskan ini kepada masyarakat pekerja,” tutup Adventus. (Widiastuti/balipost)










