
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Klungkung diwarnai tragedi. Ledakan balon gas terjadi di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, tepatnya di sisi timur Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Kabupaten Klungkung, Minggu (19/7) siang.
Insiden itu mengakibatkan sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Klungkung.
Peristiwa tersebut terjadi ketika rangkaian acara Harkopnas yang dipusatkan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania telah memasuki penghujung kegiatan. Saat itu, lokasi masih dipadati masyarakat yang mengikuti hiburan dan pengundian hadiah sehingga ledakan balon sempat memicu kepanikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa yang berada di sekitar lokasi ledakan. Seluruh korban langsung dievakuasi ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang korban, Ni Wayan Ayu Trisna Novita Kawi, mengatakan balon yang meledak merupakan balon yang sebelumnya digunakan dalam prosesi pelepasan. Namun balon tersebut gagal terbang dan kembali jatuh di sisi timur Balai Budaya.
“Setelah jatuh, banyak anak-anak yang berebut ingin mengambil balon. Karena talinya tidak bisa diputus menggunakan tangan, ada yang mencoba menggunakan korek api. Saat itulah balon langsung meledak,” ujar Trisna saat ditemui di ruang UGD RSUD Klungkung.
Ketua Panitia Harkopnas, Kadek Semardana dikonfirmasi di depan UGD mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi ledakan tersebut. Menurutnya, saat kejadian acara inti telah selesai dan hanya tersisa hiburan serta pengundian hadiah.
“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 Wita. Acara sebenarnya sudah selesai, tiba-tiba terdengar suara ledakan seperti ban meletus. Kami semua langsung kaget,” katanya saat ditemui di depan UGD RSUD Klungkung.
Sementara itu, Humas RSUD Klungkung, Gusti Putu Widiasa, mengatakan sebanyak 11 korban telah mendapat penanganan medis. Dari jumlah tersebut, enam orang harus menjalani perawatan di ruang rawat inap, tiga orang diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil. Sedangkan dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di UGD.
“Ada dua pasien yang masih menjalani perawatan intensif di UGD RSUD Klungkung. Tiga orang sudah pulang, sedangkan enam pasien dirawat di ruang rawat inap,” ujar Widiasa.
Adapun korban yang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut yakni Ni Putu Eka Krisna Arya Putri (11), Ni Putu Yure Karya Anjani (7), I Kadek Agus Radika Yuta Pramana (5), Putu Devanka Kayana Pradipta (6), I Ketut Pradipta (7), Gede Surya Adinata (21), Ni Wayan Ayu Trisna Novita Kawi (11), I Ketut Upadana (43), I Nengah Yasa (60), Kadek Parwata (56), dan I Ketut Agastya Darma Mahotama (5).
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam pendalaman. Pihak kepolisian telah turun ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah korban di RSUD Klungkung.
“Anggota kami masih dilapangan dan kejadian ini masih lidik,” ujar Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa. (119)
Keterangan Foto: Salah seorang korban musibah ledakan balon gas yang masih dirawat di RSUD Klungkung, Minggu (19/7/2026)









