Suporter tim nasional Argentina melukis wajah rekannya untuk dukungan kesebelasan kesayangannya dalam menghadapi tim nasional Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Laga puncak Piala Dunia 2026 akhirnya menghadirkan duel yang dinanti pecinta sepak bola dunia. Timnas Spanyol akan menantang juara bertahan Argentina pada partai final yang digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.

Pertandingan ini dipastikan berlangsung sarat gengsi. Spanyol mengincar gelar Piala Dunia kedua setelah terakhir berjaya pada 2010, sedangkan Argentina berpeluang mengukir sejarah dengan mempertahankan mahkota juara dunia secara beruntun.

La Roja melangkah ke partai puncak dengan penampilan impresif usai menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal. Tim besutan Luis de la Fuente tampil efektif dan disiplin sepanjang pertandingan.

Keunggulan Spanyol dibuka melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 sebelum Pedro Porro menggandakan skor pada menit ke-58. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian 16 tahun Spanyol untuk kembali tampil di final Piala Dunia, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor

Di kubu seberang, Argentina memastikan tiket final lewat kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris. Albiceleste sempat tertinggal lebih dahulu setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55 melalui serangan balik cepat.

Ketika kekalahan mulai membayangi, Argentina bangkit. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung Jordan Pickford.

Drama mencapai puncaknya pada masa injury time. Lionel Messi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Lautaro Martinez untuk menggetarkan gawang Inggris. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Argentina kembali ke final untuk edisi kedua secara beruntun.

Baca juga:  WHO Minta Negara Waspadai Varian Baru COVID dari Brazil

Bagi Lionel Messi dan kolega, kemenangan di partai final akan menjadi catatan bersejarah. Argentina berpeluang menjadi tim pertama dalam beberapa dekade terakhir yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara berturut-turut.

Final nanti juga diprediksi menjadi adu strategi dua filosofi sepak bola berbeda. Spanyol mengandalkan dominasi penguasaan bola, organisasi permainan, dan umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas mereka. Sebaliknya, Argentina tampil lebih fleksibel dengan efektivitas serangan balik, kreativitas lini tengah, serta pengalaman para pemain bintang dalam laga-laga besar.

Baca juga:  Kolombia vs Ghana: Adu Rekor Tak Terkalahkan Rebut Tiket 16 Besar

Selain perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola, duel ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pemain terbaik dunia untuk mengukir sejarah. Bagi Spanyol, kemenangan akan mengakhiri penantian panjang sejak sukses di Afrika Selatan 2010. Sementara bagi Argentina, trofi juara akan mengukuhkan dominasi Albiceleste sebagai kekuatan utama sepak bola dunia sekaligus menjadi akhir yang sempurna bagi generasi emas yang dipimpin Lionel Messi.

Sebelum laga final, pertandingan perebutan tempat ketiga akan lebih dulu mempertemukan Prancis menghadapi Inggris. Namun, sorotan utama dunia tetap tertuju ke Stadion New York New Jersey, saat dua raksasa sepak bola dunia saling berebut supremasi tertinggi di Piala Dunia 2026. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN