Pemain timnas Inggris, Jude Bellingham berselebrasi dengan rekan setimnya usai mencetak gol pada laga semifinal melawan Norwegia. (BP/Dok. Fifa.com)

JAKARTA, BALIPOST.com – Aroma rivalitas klasik kembali menyelimuti Piala Dunia 2026. Inggris dan Argentina akan saling berhadapan pada semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium, Rabu (15/7), dalam laga yang tak sekadar memperebutkan tiket ke final, tetapi juga mempertaruhkan gengsi dua kekuatan besar sepak bola dunia.

Pertemuan kedua negara selalu sarat sejarah di panggung Piala Dunia. Kini, The Three Lions datang dengan ambisi mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun menuju final pertama sejak 1966.

Sementara Argentina bertekad mempertahankan mahkota juara dunia dan mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang sukses mempertahankan gelar sejak Brasil pada 1962.

Dilansir dari laman FIFA, Inggris menjejak semifinal dengan performa yang terus meningkat. Pasukan Thomas Tuchel mengawali turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, bermain imbang tanpa gol melawan Ghana, lalu menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama untuk menjadi juara Grup L.

Baca juga:  Tahan Imbang Irak, Arab Saudi Amankan Tiket ke Piala Dunia 2026

Perjalanan mereka di fase gugur juga menunjukkan mental baja. Inggris bangkit dari ketertinggalan saat menyingkirkan RD Kongo di babak 32 besar, kemudian bertahan dengan 10 pemain ketika mengalahkan tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Pada perempat final, Jude Bellingham kembali menjadi pembeda lewat dua gol yang memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia.

Di lini depan, Inggris memiliki duet paling produktif di turnamen ini. Harry Kane dan Jude Bellingham sama-sama telah mengoleksi enam gol dari enam pertandingan, menjadikan Inggris sebagai tim pertama yang memiliki dua pemain dengan torehan enam gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Marcus Rashford juga telah menyumbang gol, sedangkan Bukayo Saka dan Anthony Gordon menjadi kreator serangan dengan masing-masing mencatat tiga assist.

Baca juga:  Tanjung Verde Tak Gentar, Siapkan Strategi Hadang Argentina

Di kubu seberang, Argentina datang dengan status juara bertahan dan rekor sempurna di semifinal Piala Dunia. Dari lima penampilan sebelumnya di empat besar, La Albiceleste selalu berhasil melaju ke final.

Sorotan utama kembali mengarah kepada Lionel Messi. Sang kapten membuka turnamen dengan hattrick ke gawang Aljazair sebelum terus menambah koleksi gol saat menghadapi Austria, Yordania, Tanjung Verde, Mesir hingga Swiss.

Ketajaman Messi membuatnya semakin mengukuhkan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Namun kekuatan Argentina tak hanya bertumpu pada sang megabintang. Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister hingga Rodrigo De Paul turut memberi kontribusi penting sepanjang turnamen. Di lini belakang, duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil solid, sementara Emiliano Martinez tetap menjadi tembok kokoh di bawah mistar.

Baca juga:  Temukan Puluhan Kasus, Inggris Selidiki COVID-19 Varian India

Laga ini diprediksi berlangsung sengit. Inggris mengandalkan energi muda, kecepatan transisi, dan kreativitas Bellingham, sedangkan Argentina membawa pengalaman, mental juara, dan kepemimpinan Messi yang terus menjadi pembeda di momen-momen krusial.

Pemenang pertandingan akan menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Sementara tim yang kalah harus mengubur impian mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. (Suka Adnyana/balipost)

Perkiraan susunan pemain

Inggris: Pickford; James, Konsa, Guehi, O’Reilly; Anderson, Rice; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.

Argentina: Emiliano Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez; Messi, Julian Alvarez.

BAGIKAN