Konsumsi ikan masyarakat Badung meningkat hingga 39,81 kg/kapita/tahun. Kadis Perikanan Badung, Nyoman Suardana membagikan paket Program Gemarikan dan bantuan paket ikan dorong gizi serta cegah stunting. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kesadaran masyarakat di Kabupaten Badung terhadap manfaat mengonsumsi ikan bagi kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini tercermin dari data Dinas Perikanan Kabupaten Badung yang menunjukkan tren kenaikan tingkat konsumsi ikan secara konsisten sejak 2023.

Pada tahun 2023, tingkat konsumsi ikan masyarakat Badung tercatat sebesar 38,64 kg/kapita/tahun. Angka ini kemudian meningkat pada 2024 menjadi 39,49 kg/kapita/tahun, dan kembali naik pada 2025 mencapai 39,81 kg/kapita/tahun.

Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan berbagai program pemerintah dalam mendorong pola konsumsi pangan yang lebih sehat di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, saat dikonfirmasi Rabu (15/7), membenarkan tren peningkatan tersebut. Ia menyebut konsumsi ikan masyarakat Badung terus mengalami pertumbuhan yang stabil setiap tahunnya berkat intervensi program yang berkelanjutan.

Baca juga:  Penuhi Konsumsi Ikan Mandiri, Ini yang Diterapkan Tabanan

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan, di antaranya melalui kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), penyaluran bantuan paket olahan ikan siap saji bagi balita dan keluarga berisiko stunting, hingga kegiatan restocking benih ikan secara gratis di perairan umum.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki gizi masyarakat, mencegah potensi stunting, serta meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan balita. Hal ini mengingat di dalam ikan terdapat kandungan omega-3 yang sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan otak, terutama pada masa pertumbuhan,” ujarnya.

Baca juga:  "Back to Nature" Makin Tren, Konsumsi Obat Herbal Tunjukkan Peningkatan

Selain kampanye edukasi, Dinas Perikanan juga secara aktif menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. Pada tahun 2026, direncanakan sebanyak 2.000 paket olahan ikan akan disalurkan ke 10 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Badung. Program ini menjadi pelaksanaan keempat yang menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah.

Tak hanya itu, distribusi rutin juga dilakukan setiap bulan dengan menyalurkan 350 paket olahan ikan kepada balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting. Program ini menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Baca juga:  Memiliki Enzim Sama dengan Jeruk, Delima Jangan Dimakan Bersamaan dengan Obat

“Dengan tambahan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang tahun, total paket olahan ikan yang akan dibagikan kepada masyarakat Badung pada tahun 2026 mencapai 6.200 paket,” katanya.

Meski capaian konsumsi ikan di tahun 2025 telah mencapai 39,81 kg/kapita/tahun, pemerintah daerah tetap menargetkan peningkatan lebih lanjut. Berbagai program akan terus digencarkan, termasuk pemberian benih ikan gratis kepada masyarakat guna mendukung ketersediaan ikan secara berkelanjutan.

Ke depan, Nyoman Suardana berharap kesadaran masyarakat Badung untuk mengonsumsi ikan semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (Parwata/balipost)

BAGIKAN