Kepala UPTD BP Tekdik Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., saat sosialisasi SPMB 2026. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II jalur domisili jenjang SMA dan SMK Negeri di Bali ditutup pada Kamis (2/7).

Pada hari terakhir tencatat 845 pengajuan pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 509 pengajuan untuk jenjang SMA dan 336 pengajuan untuk jenjang SMK.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., Kamis (2/7) malam mengatakan berdasarkan rekapitulasi khusus pada 2 Juli 2026, pengajuan pendaftaran di jenjang SMA didominasi jalur Domisili Kependudukan sebanyak 82 permohonan dan Domisili Krama Desa Adat sebanyak 24 permohonan. Sementara jalur Domisili Sekolah dengan Perjanjian tidak mencatat pengajuan baru.

Pada hari yang sama, sistem juga mencatat 320 permohonan jenjang SMA telah disetujui, satu permohonan masih diproses, dan 82 permohonan ditolak.

Sementara itu, pada jenjang SMK terdapat 61 pengajuan baru, terdiri atas 53 pengajuan melalui jalur Domisili Kependudukan dan delapan melalui jalur Domisili Krama Desa Adat. Tidak ada pengajuan pada jalur Domisili Sekolah dengan Perjanjian.

Baca juga:  Cegah Lonjakan Signifikan Jelang Galungan, Harga Babi Hidup Per Kilo Disepakati Maksimal Rp55.000

Selain itu, sebanyak 203 permohonan di jenjang SMK telah disetujui, lima masih dalam proses, dan 67 permohonan ditolak.

Jika digabungkan antara SMA dan SMK, jalur Domisili Kependudukan menjadi jalur dengan pengajuan terbanyak pada hari terakhir, yakni 135 permohonan. Disusul jalur Domisili Krama Desa Adat sebanyak 32 permohonan, sedangkan jalur Domisili Sekolah dengan Perjanjian tidak menerima pengajuan baru.

Sebelumnya, pada hari kedua pelaksanaan, Rabu (1/7) hingga pukul 17.39 Wita, total terdapat 2.157 status pengajuan pada jenjang SMA dan SMK. Dari jumlah tersebut, 1.390 pengajuan telah disetujui, 260 ditolak, 31 masih dalam proses verifikasi, dan 476 masih berstatus diajukan.

Untuk jenjang SMA, tercatat 1.329 status pengajuan, terdiri atas 864 disetujui, 149 ditolak, 22 diproses, dan 294 diajukan.

Pada jalur Domisili Kependudukan SMA, terdapat 1.136 status, dengan rincian 737 disetujui, 121 ditolak, 20 diproses, dan 258 diajukan. Jalur Domisili Krama Desa Adat mencatat 186 status, yakni 122 disetujui, 27 ditolak, 2 diproses, dan 35 diajukan. Sementara jalur Domisili Sekolah dengan Perjanjian mencatat 7 status, terdiri atas 5 disetujui, 1 ditolak, dan 1 diajukan.

Baca juga:  Gunakan Sabu, Pengepul Batu Tabas Dibekuk

Sementara itu, pada jenjang SMK tercatat 828 status pengajuan, meliputi 526 disetujui, 111 ditolak, 9 diproses, dan 182 diajukan.

Rinciannya, jalur Domisili Kependudukan SMK mencatat 690 status, terdiri atas 450 disetujui, 83 ditolak, 6 diproses, dan 151 diajukan. Jalur Domisili Krama Desa Adat mencatat 115 status, yakni 61 disetujui, 27 ditolak, 3 diproses, dan 24 diajukan. Sedangkan jalur Domisili Sekolah dengan Perjanjian mencatat 23 status, terdiri atas 15 disetujui, 1 ditolak, dan 7 diajukan.

Data hari kedua juga menunjukkan pengajuan baru paling banyak berasal dari jalur Domisili Sekolah dengan Perjanjian sebanyak 409 pengajuan, disusul Domisili Krama Desa Adat sebanyak 59 pengajuan, dan Domisili Kependudukan sebanyak 8 pengajuan.

Sementara, pada hari pertama pelaksanaan SPMB Tahap II, Selasa (30/6) hingga pukul 18.30 Wita, tercatat 3.351 pengajuan pendaftaran untuk jenjang SMA dan SMK.

Baca juga:  Monumen Bajra Sandhi, Destinasi Sejarah Perjuangan Rakyat Bali

Dari jumlah tersebut, jenjang SMA menyumbang 2.511 pengajuan, terdiri atas 2.205 melalui jalur Domisili Kependudukan, 301 melalui Domisili Krama Desa Adat, dan 5 melalui Domisili Sekolah dengan Perjanjian.

Sementara itu, jenjang SMK mencatat 840 pengajuan, dengan rincian 669 melalui Domisili Kependudukan, 152 melalui Domisili Krama Desa Adat, dan 19 melalui Domisili Sekolah dengan Perjanjian.

Secara keseluruhan pada hari pertama, jalur Domisili Kependudukan menjadi yang paling diminati dengan 2.874 pendaftar, disusul Domisili Krama Desa Adat sebanyak 453 pendaftar, dan Domisili Sekolah dengan Perjanjian sebanyak 24 pendaftar.

Agus Kariasa menjelaskan, seluruh pengajuan yang masuk selanjutnya akan melalui tahapan verifikasi administrasi sesuai jadwal pelaksanaan SPMB. Proses verifikasi berlangsung hingga 8 Juli 2026, sedangkan hasil seleksi jalur domisili dijadwalkan diumumkan pada 9 Juli 2026. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memantau perkembangan status pendaftaran melalui sistem SPMB secara berkala. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN