Komunitas seni menampilkan Tari Barong Ket Singapadu.(BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com –  Komunitas Barong Singapadu yang tampil sebagai Duta Kabupaten Gianyar sukses memukau penonton lewat garapan seni pertunjukan yang kuat dan dinamis. Pementasan dalam Pesta Kesenian Bali XLVIII menjadi momentum penting dalam menggali kembali sejarah sekaligus mempertegas identitas Tari Barong Ket Singapadu, yang diyakini sebagai embrio perkembangan seni Barong di Pulau Dewata.

​Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa dikonfirmasi Selasa (30/6), mengatakan, Tari Barong Ket Singapadu menyajikan garapan berkualitas tinggi yang memadukan kekuatan tradisi dan inovasi secara harmonis. “Sejarah lahirnya Tari Barong Ket yang berawal dari Desa Singapadu, sekaligus mempertegas ciri khas Barong Singapadu sebagai identitas seni pertunjukan Kabupaten Gianyar,” ujar I Wayan Adi Perbawa.

Baca juga:  Pencuri yang Sasar Rental PS DPO, Penadahnya Berhasil Diringkus

Tari Barong Ket Singapadu merupakan garapan estetis ini berakar kuat dari karya maestro legendaris, Ida Dewa Agung Api. Melalui eksplorasi artistik yang mendalam, Komunitas Barong Singapadu berhasil melakukan stilisasi gerak tari baru tanpa sedikit pun meninggalkan pakem yang telah diwariskan secara turun-temurun.

​Kadisbud Adi Parbawa menjelaskan, keunikan utama dari pementasan Tari Barong Ket Singapadu pada karakter topeng (tapel) yang digunakan. Karakter spesifik mengusung konsep Tapel Barong Galak atau yang dikenal sebagai Barong Nyinge (Barong Aeng Brengengeng).

Baca juga:  Rumah Lansia Miskin di Desa Sepang Ambruk

Desain tapel dibuat secara khusus dengan tetap mempertahankan karakter asli dan aura magis Barong Singapadu. Penampilan diperkuat oleh struktur garap iringan tradisional khas desa setempat yang menghasilkan tetabuhan berkarakter kuat, dinamis, namun tetap tunduk pada pakem Tari Barong Ket.

Wayan Adi Parbawa menambahkan melalui perpaduan pola gerak khas Singapadu dan aransemen musik yang bertenaga, pementasan ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah bagi generasi muda. Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap, pelestarian berbasis karakter lokal seperti ini dapat terus memperkokoh posisi Gianyar sebagai pusat seni dan budaya di Bali.(Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Dampak Kerugian Akibat Bencana Alam Capai Miliaran Rupiah

 

BAGIKAN