Penonton menikmati penampilan seniman prembon di Pesta Kesenian Bali 2026 yang berlangsung di Art Center Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Taman Budaya Bali (Art Centre) Denpasar melampaui perkiraan panitia. Dalam sepekan pelaksanaan, jumlah pengunjung terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, bahkan menembus ratusan ribu orang per hari pada akhir pekan.

PKB XLVIII yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” berlangsung selama sebulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026. Ajang seni dan budaya terbesar di Bali ini melibatkan lebih dari 20 ribu seniman dari ratusan sekaa seni, sanggar, dan komunitas budaya dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Berdasarkan data yang dihimpun panitia melalui empat pintu masuk kawasan Taman Budaya Bali, tingginya animo masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Pada Sabtu (13/6), sebanyak 23 ribu orang memadati kawasan Art Centre untuk menyaksikan Pawai Peed Aya yang menjadi pembuka PKB. Sementara itu, malam pembukaan di Panggung Terbuka Ardha Candra dihadiri 8.017 penonton.

Memasuki pekan pertama penyelenggaraan, jumlah pengunjung terus meningkat. Pada 18 Juni tercatat sebanyak 105.737 orang mengunjungi kawasan PKB. Angka tersebut kembali naik menjadi 110.968 pengunjung pada 19 Juni dan mencapai puncaknya pada Sabtu (20/6) dengan total 120.240 pengunjung.

Baca juga:  Hampir Sepekan, Dua Kabupaten Laporkan Korban Jiwa COVID-19

Lonjakan kunjungan masih terjadi pada Minggu (21/6) dengan jumlah pengunjung mencapai 80.877 orang. Secara umum, kunjungan pada sesi sore hingga malam hari mendominasi dibandingkan pagi hari. Kondisi ini sejalan dengan padatnya jadwal pementasan seni, parade budaya, pameran, lomba, hingga aktivitas UMKM yang tersebar di seluruh kawasan Art Centre.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan tingginya jumlah pengunjung menunjukkan PKB tetap menjadi magnet utama bagi masyarakat Bali maupun wisatawan yang ingin menikmati kekayaan seni dan budaya Pulau Dewata.

Menurutnya, beragam pertunjukan yang melibatkan seniman lintas generasi, mulai dari anak-anak, generasi muda hingga maestro seni Bali, menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Art Centre.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa PKB masih menjadi ruang ekspresi budaya yang dicintai masyarakat sekaligus sarana edukasi dan pelestarian seni budaya Bali,” ujarnya, Selasa (23/6).

Melihat membludaknya jumlah pengunjung, pihak penyelenggara telah menggelar rapat evaluasi. Salah satu keputusan yang diambil adalah memperkuat pengamanan pada sejumlah titik strategis, terutama di area pintu masuk, jalur VIP, kantong parkir, dan lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan pengunjung.

Alit Suryana menjelaskan, selama pelaksanaan PKB pihaknya menyiagakan sekitar 200 personel pengamanan setiap hari yang dibagi dalam dua shift. Masing-masing shift melibatkan 100 petugas gabungan dari unsur pecalang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan Dinas Perhubungan.

Baca juga:  Perbaikan Dinding Pasar Badung Jangan Sekadar Ditempel

Namun demikian, tingginya animo masyarakat membuat kebutuhan pengamanan ikut meningkat. Karena itu, dukungan tambahan personel dari Satpol PP dan unsur terkait lainnya dinilai perlu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

Sementara itu, Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi selaku Koordinator Keamanan PKB mengatakan seluruh personel telah disiagakan di sejumlah posko dan pintu masuk kawasan Taman Budaya Bali guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

“Petugas keamanan standby di posko-posko pintu masuk areal Taman Budaya, baik di lokasi acara maupun di pintu masuk sebelah barat pasar malam Banjar Kedaton. Khusus di pintu masuk pasar malam Banjar Kedaton, petugas kami melakukan penyisiran terkait larangan membawa makanan dari luar serta tas plastik sekali pakai ke dalam areal Taman Budaya,” ujarnya.

Pengetatan pengawasan juga dilakukan di Pintu Utara ISI Bali. Menurut Rai Dharmadi, langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik selama pelaksanaan PKB.

Baca juga:  Di Bali, Ratusan Ribu Konsumen Tercatat Gunakan Elpiji 3 Kg

“Ini kami tegaskan kepada para pengunjung sekaligus untuk membangun disiplin masyarakat agar sadar pentingnya bersama-sama mengurangi sampah di areal Taman Budaya. Dengan demikian, kawasan ini tetap nyaman sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai atraksi budaya,” katanya.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung pada akhir pekan, Satpol PP Provinsi Bali juga menambah kekuatan personel pengamanan. Sebanyak 10 personel tambahan disiagakan khusus pada Jumat dan Sabtu malam untuk mengurai kepadatan serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban di sejumlah titik.

“Khusus pada Jumat dan Sabtu malam, kami sudah menyiapkan tambahan 10 personel Satpol PP untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi terjadinya penumpukan pengunjung di sejumlah titik,” tandasnya.

Rai Dharmadi berharap pengamanan yang diperkuat dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang menikmati berbagai suguhan seni dan budaya selama PKB berlangsung. Ia juga mengimbau seluruh pengunjung untuk tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan.

Dengan tingginya angka kunjungan yang terus meningkat dari hari ke hari, PKB XLVIII 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai etalase seni budaya Bali sekaligus salah satu agenda budaya terbesar dan paling dinanti masyarakat setiap tahunnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN