Uji coba rekayasa lalu lintas Jalan Uluwatu Badung berakhir. Arus kendaraan lebih lancar, Pemkab segera evaluasi untuk skema permanen. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Selasa (22l3/6) sejumlah peristiwa terjadi. Dari uji coba rekayasa lalin di Uluwatu berakhir hingga cuaca buruk di Selat Bali menjadi berita-berita yang menarik minat pembaca.

Bagi pembaca yang belum sempat membaca berita-berita ini, berikut cuplikan peristiwanya.

Tersedia juga link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online:

1. Uji Coba Rekayasa Lalin Jalan Uluwatu Berakhir, Pemkab Badung Siapkan Skema Permanen

MANGUPURA, BALIPOST.com – Arus menuju kawasan wisata Pecatu mulai terasa lebih lega. Setelah 14 hari uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Uluwatu, Kuta Selatan, hasil awal menunjukkan sinyal positif. Uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Raya Uluwatu, Kuta Selatan (Kutsel) ini pun akan dirancang permanen. Namun, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan kelanjutan skema tersebut.

Baca juga:  Unit Reskrim Polsek Blahbatuh Berhasil Ungkap Dua Kasus Pencurian

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Gede Rahmadi membenarkan masa uji coba telah rampung beberapa hari lalu. Namun, rapat evaluasi belum bisa langsung digelar karena bertepatan dengan rangkaian hari raya keagamaan. Rapat forum, sambung dia, dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat untuk membahas hasil uji coba sekaligus menyerap masukan dari berbagai pihak.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/06/23/560682/Uji-Coba-Rekayasa-Lalin-Jalan…html

2. 2 Kabupaten Berpotensi Angin Kencang, Cek Prakiraan Cuaca Bali pada 23 Juni 2026

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Bali pada Selasa (23/6) adalah cerah berawan dengan potensi angin kencang. Suhu terendah pada hari ini mencapai 21 derajat celcius.

Dalam peringatan dini yang diunggah di Instagram @bmkgbali, pada Selasa (23/6) pukul 08.00 WITA hingga Rabu (24/6) pukul 08.00 WITA tidak ada kabupaten/kota yang memperoleh peringatan level waspada hingga awas dengan potensi hujan kategori sedang hingga ekstrem.

Baca juga:  Pertama, Konsulat-Jenderal Australia Gunakan Aksara Bali di Plakat Namanya

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/06/23/560558/2-Kabupaten-Berpotensi-Angin-Kencang,…html

3. 8 Tahun Mengabdi, Bali United Akhirnya Lepas Komang Tri

GIANYAR, BALIPOST.com – Kebersamaan panjang antara Bali United dan salah satu putra terbaik binaannya, Komang Tri Arta Wiguna, resmi berakhir. Manajemen Serdadu Tridatu dan sang pemain sepakat mengakhiri kerja sama menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh CEO Bali United, Yabes Tanuri, pada Senin (22/6). Klub menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi bek berusia 25 tahun itu selama menjadi bagian dari keluarga besar Bali United.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/06/23/560590/8-Tahun-Mengabdi,Bali-United…html

4. Desa Cepaka Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak

SINGASANA, BALIPOST.com – Di tengah persoalan sampah yang masih mengkhawatirkan di Bali, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, mencoba menawarkan solusi kreatif. Desa ini menggandeng Yayasan Coco Social Fun untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) berupa solar dan bensin melalui teknologi mesin pirolisis.

Baca juga:  Lapangan Ini Juga Ditutup, Pintu Masuk Dipalang Bambu dan Pita Pembatas

Perbekel Desa Cepaka, I Ketut Tedja, mengatakan, persoalan sampah menjadi isu serius di Bali, terlebih pulau ini menggantungkan perekonomian pada sektor pariwisata. Menurutnya, daerah tujuan wisata semestinya mampu menata diri, termasuk dalam pengelolaan sampah.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/06/23/560699/Desa-Cepaka-Sulap-Sampah-Plastik…html

5. Cuaca Buruk, Antrean Kendaraan Terjadi di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

NEGARA, BALIPOST.com – Antrean kendaraan yang terjadi di pelabuhan pada akhir pekan dipengaruhi kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang kurang bersahabat. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah pengguna jasa selama masa libur sekolah.

Kondisi ini, menurut ASDP tak hanya di Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Gilimanuk juga mengalaminya.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/06/23/560735/Cuaca-Buruk,Antrean-Kendaraan-Terjadi…html

BAGIKAN