
GIANYAR, BALIPOST.com – Meskipun saat ini masih dalam suasana liburan hari raya serta penerapan sistem kerja work from home (WFH), aktivitas pelayanan perizinan dan non-perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gianyar dipastikan tetap berjalan normal, tertib, dan prima.
Komitmen ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, S.IP., M.Si., yang menginstruksikan penempatan pejabat struktural setiap harinya sebagai manager on duty (MOD) guna menjamin mutu pelayanan langsung di lapangan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary yang dikonfirmasi, Jumat (19/6), menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai dokumen adminduk, samsat, hingga perizinan di tengah masa liburan direspons dengan kesiapsiagaan penuh dari para petugas operasional gerai.
”Sesuai arahan Bapak Sekda, kami di MPP Gianyar kini menerapkan sistem pengawasan melekat melalui kehadiran manager on duty (MOD) setiap harinya. Jadi, meskipun dalam suasana libur hari raya dan WFH, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh kendur atau kosong. Petugas tetap standby untuk memantau, mengoordinasikan, sekaligus memberikan penanganan cepat jika terjadi kendala di area gerai pelayanan,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan harian operasional MOD pada 19 Juni 2026, tercatat sebanyak 155 warga mendatangi gerai-gerai layanan di MPP Gianyar sejak pukul 07.30 hingga 13.00 WITA. Guna melayani arus pemohon tersebut, sebanyak 30 gerai layanan dari 13 instansi vertikal maupun daerah terpantau aktif beroperasi memberikan pelayanan langsung.
Kunjungan masyarakat pada hari ini didominasi oleh Layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan total 53 pengunjung, disusul oleh Layanan BPJS Kesehatan sebanyak 48 pengunjung.
Selain itu, layanan strategis lainnya seperti Imigrasi melayani 14 pemohon, Samsat 11 pemohon, internal DPMPTSP 9 pemohon, Dinas PUPR 8 pemohon, Dinas Lingkungan Hidup 4 pemohon, Dinas Sosial 3 pemohon, BPKAD 2 pemohon, Dinas Tenaga Kerja 2 pemohon, dan Kementerian Agama sebanyak 1 pemohon.
Luh Gede Eka Suary juga mengapresiasi respons cepat sistem MOD dalam mengurai dinamika pelayanan secara real-time. Sebagai contoh, pada pagi hari terdapat 6 orang warga yang datang untuk mendaftar layanan Dinas Sosial namun petugas gerai belum berada di lokasi. Melalui tindakan taktis MoD (I Dewa Ayu Sri Antari, SSTP, M.H.) yang langsung berkoordinasi menelpon Sekretaris Dinas Sosial, petugas layanan segera dihadirkan ke MPP sehingga warga yang memerlukan surat DTSEN untuk keperluan sekolah dapat terlayani hari itu juga.
Selain penanganan dokumen dasar, fungsi konsultasi investasi juga tetap berjalan produktif. Hari ini, MoD bersama tim teknis Help Desk DPMPTSP dan Dinas PUPR sukses memfasilitasi layanan konsultasi intensif terkait penyelenggaraan usaha akomodasi vila di wilayah Kecamatan Tampaksiring. Konsultasi tersebut bahkan didampingi langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Satpol PP) Kabupaten Gianyar guna memastikan pelaku usaha melengkapi persyaratan dasar dan perizinan berusahanya sebelum diarahkan mengecek tata ruang lokasi di gerai PUPR.
”Kami bersyukur bahwa sepanjang hari ini tidak ada satu pun komplain atau keluhan yang masuk dari masyarakat. Semua berjalan tertib dan lancar. Ini membuktikan bahwa integrasi layanan melalui kehadiran MOD mampu menjawab ekspektasi publik yang membutuhkan kepastian hukum dan administrasi, kapan pun itu, termasuk di masa-masa libur hari raya seperti sekarang,” pungkas Luh Eka Suary. (Wirnaya/balipost)










