
SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya menumbuhkan budaya inovasi di kalangan generasi muda dan masyarakat, terus didorong Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Pemkab Tabanan kembali menggelar Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana Tahun 2026 dengan target menjaring ide-ide kreatif yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, Kamis (11/6) mengatakan, lomba digelar sebagai salah satu strategi memperkuat ekosistem inovasi daerah yang melibatkan berbagai unsur, mulai pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat.
Menurutnya, inovasi yang lahir tidak hanya sebatas gagasan, tetapi diharapkan mampu menjadi solusi nyata terhadap berbagai persoalan di daerah.
“Melalui Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana, kami ingin menumbuhkan semangat berinovasi sekaligus menjaring ide-ide terbaik yang nantinya dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Lomba mengusung tema “Membangun Ekosistem Inovasi Daerah Menuju Tabanan Kabupaten Terinovatif”. Ajang ini terbuka bagi empat kategori peserta, yakni Komunitas Kreatif dan UMKM Desa, siswa SMP/sederajat, siswa SMA/SMK/sederajat, serta ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK.
Peserta dapat mengikuti lomba secara perseorangan maupun kelompok beranggotakan dua hingga lima orang.
Bidang inovasi yang dilombakan cukup luas, meliputi pangan, kesehatan, pendidikan, budaya, pariwisata, pelayanan publik, teknologi tepat guna, lingkungan hidup, komunikasi dan informatika, perekonomian hingga sektor pertanian dalam arti luas.
Untuk kategori siswa SMP dan SMA/SMK, pendaftaran dibuka mulai 1 hingga 31 Juli 2026. Sementara kategori Komunitas Kreatif, UMKM Desa dan ASN dibuka pada 1 hingga 30 Agustus 2026 melalui aplikasi Jaring Indah maupun langsung di BRIDA Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, menegaskan inovasi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi dinamika pembangunan yang terus berkembang. Karena itu, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melahirkan berbagai terobosan yang bermanfaat bagi daerah.
“Kami ingin membangun budaya inovasi di seluruh lapisan masyarakat. Inovasi yang lahir harus memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan dapat direplikasi untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat,” tegasnya.
Para pemenang lomba akan memperoleh Piala Bupati Tabanan, piagam penghargaan, serta hadiah uang tunai puluhan juta rupiah sesuai kategori. Selain itu, BRIDA juga menyediakan penghargaan juara favorit yang ditentukan berdasarkan dukungan masyarakat melalui media sosial resmi BRIDA Tabanan.
Diharapkan melalui ajang ini akan semakin banyak inovator muda maupun masyarakat yang berani menghadirkan solusi kreatif guna mendukung terwujudnya Tabanan sebagai salah satu kabupaten paling inovatif di Indonesia. (Puspawati/balipost)









