Ketua Paguyuban DGL, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH., MKn. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Keputusan Kota Denpasar yang tidak mengirimkan duta Drama Gong pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 menuai kekecewaan dari kalangan seniman. Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL) menilai absennya Denpasar dalam parade Drama Gong PKB menjadi ironi mengingat ibu kota Provinsi Bali tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu gudang seniman dan tidak pernah absen menampilkan kesenian Drama Gong pada perhelatan budaya tahunan tersebut.

Ketua Paguyuban DGL, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH., MKn., mengaku sangat menyayangkan keputusan Pemerintah Kota Denpasar yang tidak menampilkan Drama Gong dengan alasan minimnya regenerasi seniman.

“Kami sangat kecewa dan menyayangkan sekali keputusan Kota Denpasar untuk PKB tahun ini tidak menampilkan Drama Gong, apalagi dengan alasan yang menurut kami tidak masuk akal dengan menyebut tidak ada regenerasi. Denpasar sama dengan daerah lainnya adalah gudangnya seniman, termasuk seniman Drama Gong. Belum apa-apa sudah mengatakan tidak ada regenerasi,” ujarnya, Rabu (10/6).

Menurut Agung Aryana, saat ini kesenian Drama Gong justru mulai bangkit setelah sempat mengalami masa surut. Di sejumlah desa dan daerah di Bali, kelompok-kelompok Drama Gong baru mulai bermunculan dengan melibatkan generasi muda yang antusias berlatih untuk tampil di PKB.

Ia menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan Denpasar yang justru tidak mengirimkan duta Drama Gong. “Yang patut dipertanyakan adalah kesungguhan dalam melestarikan seni budaya Bali, khususnya Drama Gong. Semua daerah di Bali tahun ini ikut mengirimkan duta Drama Gong untuk parade tahunan yang telah dirancang Pemerintah Provinsi Bali. Bahkan sebagian besar pemainnya merupakan generasi muda yang sudah berlatih sejak tiga bulan lalu untuk mempersiapkan pementasan,” ungkapnya.

Baca juga:  Usai Pentas di PKB 2025, Drama Gong Lawas Banyak Order

Lebih lanjut, Agung Aryana menilai absennya Denpasar sebagai tuan rumah PKB menjadi sebuah ironi. Menurutnya, kesempatan tampil di PKB merupakan ruang penting bagi seniman muda untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Kesempatan tampil di PKB hanya datang setahun sekali. Di tengah era digital saat ini, pemerintah seharusnya memberikan ruang yang lebih luas kepada generasi muda untuk berkreasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya, kesempatan seniman muda Drama Gong Denpasar untuk tampil tahun ini sudah tertutup,” tegas pria yang berprofesi sebagai notaris ini.

Ia juga menyebut pengurus DGL selama ini menyaksikan langsung antusiasme para seniman muda di berbagai daerah, termasuk Bangli dan Nusa Penida, dalam mempersiapkan pementasan Drama Gong untuk PKB. Karena itu, alasan tidak adanya regenerasi di Denpasar dinilai kurang tepat, terlebih dengan potensi seniman dan pembina Drama Gong yang cukup banyak di Kota Denpasar.

“Apakah para seniman dan pembina Drama Gong yang ada di Denpasar sudah pernah diajak duduk bersama untuk mencari solusi? Ini yang menjadi pertanyaan kami,” imbuhnya.

Baca juga:  Pecinta Drama Gong Dihibur Pementasan "Dukuh Suladri"

Absennya Duta Drama Gong Kota Denpasar pada ajang PKB tahun ini turut mendapat perhatian dari Pembina Drama Gong Kota Denpasar, I Yande Adiana, S.Pd., M.Pd.Gr.

Menurutnya, keputusan tidak mengirimkan Duta Drama Gong pada PKB 2026 tentu didasari berbagai pertimbangan dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Sebagai bagian dari keluarga besar Drama Gong Kota Denpasar dan masyarakat Denpasar, dirinya tidak ingin memberikan komentar lebih jauh terkait keputusan tersebut.

Namun, seniman drama gong ini mengaku sangat menyayangkan absennya Drama Gong Denpasar pada PKB tahun ini. Pasalnya, sejak dirinya mengikuti dan membina Drama Gong Kota Denpasar sejak 2014, kesenian tersebut telah berhasil melahirkan banyak generasi muda pragina maupun penabuh yang menjadi penerus seni tradisi Bali.

Ia juga menilai perkembangan Drama Gong Denpasar selama ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota Denpasar bersama Disbud yang terus memberikan perhatian, pembinaan, serta dukungan terhadap perkembangan Drama Gong dan kesenian lainnya.

“Berkat kerja sama seluruh pihak, mulai dari pembina, pragina, penabuh, koordinator, hingga Dinas Kebudayaan yang intens memberikan arahan, bimbingan, dan dukungan pendanaan, Denpasar mampu meraih Juara I Lomba Drama Gong pada ajang PKB tahun 2023. Prestasi tersebut membuktikan bahwa sebuah keberhasilan tidak lahir dari kemampuan satu orang saja, melainkan hasil kerja sama tim,” ujarnya, Rabu (10/6).

Baca juga:  Gubernur Koster Undang Presiden Prabowo Buka PKB 2026

Karena itu, ia merasa sangat disayangkan ketika Drama Gong Denpasar yang selama ini dinantikan para penggemarnya tidak tampil dalam perhelatan seni tahunan terbesar di Bali tersebut.

Ke depan, Yande berharap Drama Gong Kota Denpasar tetap dapat eksis dan kembali hadir di panggung PKB maupun berbagai agenda kesenian lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh duta kesenian kabupaten/kota se-Bali yang akan tampil pada PKB 2026.

“Selamat tampil dan sukses kepada seluruh duta kesenian kabupaten/kota se-Bali di PKB 2026. Khusus kepada para seniman Duta Drama Gong, tetap semangat dalam melestarikan kesenian Drama Gong,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar, I Wayan Narta, menjelaskan absennya Drama Gong pada PKB tahun ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, persoalan regenerasi pemain menjadi tantangan utama dalam mempertahankan keberlangsungan seni pertunjukan tersebut.

“Selama ini pemainnya itu-itu saja. Regenerasi menjadi tantangan besar untuk melahirkan bibit-bibit seniman baru, khususnya di Drama Gong,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Drama Gong membutuhkan kemampuan yang kompleks, mulai dari kemampuan berdialog, menembang, improvisasi, hingga penguasaan karakter dalam seni pertunjukan tradisional Bali. Minimnya generasi muda yang mendalami bidang tersebut membuat Denpasar memilih untuk tidak memaksakan diri mengirimkan duta Drama Gong pada PKB XLVIII Tahun 2026. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN