
JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.036 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan tensi geopolitik yang memanas pasca serangan zionis Israel ke Iran.
“Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan, mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz,” ucapnya, Senin (8/6) dikutip dari Kantor Berita Antara.
Israel mengatakan mereka menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan serangan di tempat lain terhadap target militer.
Hal itu terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut.
Meskipun Iran menembakkan rentetan rudal ke target Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke Lebanon, Trump bersikeras bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang yang lebih luas masih sangat mungkin tercapai.
Kantor perdana menteri Israel sebelumnya mengatakan tentara Israel menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon untuk membalas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman tanpa adanya laporan korban jiwa.
Serangan Hizbullah dipicu Israel yang terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah permukiman di perbatasan.
Akibatnya, Hizbullah pun melakukan operasi militer terhadap pasukan penjajah Israel.
Iran telah menjadikan gencatan senjata dengan Lebanon sebagai syarat untuk kesepakatan damai dengan Washington.
Selain itu, data ekonomi (non-farm payrolls/NFP) AS pada bulan Mei menambahkan 172 ribu pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85 ribu.
Sementara itu, angka penggajian bulan April direvisi lebih tinggi menjadi 179 ribu dari 115 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3 persen.
“Laporan NFP yang lebih kuat dari perkiraan mendukung argumen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah atau bahkan menaikkannya karena para pejabat menilai dampak inflasi dari harga energi yang lebih tinggi,” ujar Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.171 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.039 per dolar AS. (kmb/balipost)










