
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sejumlah warga di Gang Srirama, Banjar Dinas Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kamis (4/6) sempat geger. Pasalnya, dari dalam salah satu rumah menyebar bau tak sedap. Setelah ditelusuri, ternyata seorang perempuan ditemukan telah meninggal. Korban yang diketahui bernama Nengah Artini (59) diduga meninggal akibat penyakit yang telah lama dideritanya.
Peristiwa itu terungkap sekitar pukul 13.00 Wita. Awalnya, seorang kenalan korban berencana menjemput Nengah Artini untuk melakukan aktivitas bersama. Namun, saat dihubungi berulang kali, korban tidak memberikan respons sehingga menimbulkan kekhawatiran. Kecurigaan semakin kuat ketika warga mencium bau menyengat dari sekitar rumah korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala dusun setempat yang selanjutnya meneruskan informasi itu kepada pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polres Buleleng bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) dan tenaga kesehatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap korban.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas bersama tim Inafis Polres Buleleng dan tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap korban,” ujarnya, Jumat (5/6).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban. Temuan tersebut diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebut korban memiliki riwayat penyakit menahun. Menurut Yohana, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban diketahui menderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan yang telah lama dideritanya. Bahkan, korban disebut beberapa kali menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya tersebut.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung dan gangguan pernapasan yang sudah cukup lama diderita. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban kerap menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.
Keterangan keluarga tersebut menjadi salah satu dasar bagi petugas dalam melakukan analisis awal terkait penyebab kematian korban, selain hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan di lokasi kejadian. Setelah berkoordinasi dengan petugas, pihak keluarga memutuskan tidak memberikan izin untuk dilakukan autopsi. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan meyakini korban meninggal akibat kondisi kesehatannya.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.
Yohana juga mengimbau masyarakat agar tetap peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada aparat desa maupun kepolisian apabila menemukan situasi yang mencurigakan. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Apabila menemukan situasi yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada aparat desa maupun kepolisian terdekat,” tandasnya. (Yuda/balipost)










